Investasi AI dongkrak ekonomi ASEAN+3, proyeksi pertumbuhan 2027 naik jadi 4,1 persen

Foto yang diabadikan pada 9 Februari 2026 ini menunjukkan terminal peti kemas Tanjong Pagar di Singapura. (Xinhua/Then Chih Wey)

Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Kantor Penelitian Makroekonomi ASEAN+3 (ASEAN+3 Macroeconomic Research Office/AMRO) pada Senin (5/10) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk kawasan ASEAN+3, yang terdiri dari negara-negara anggota ASEAN ditambah China, Jepang, dan Korea Selatan, pada 2027 menjadi 4,1 persen, naik 0,1 poin persentase dari proyeksi sebelumnya, karena ekspor dan investasi yang lebih kuat di bidang kecerdasan buatan (AI) mendukung aktivitas ekonomi.

Perkiraan pertumbuhan untuk 2026 tidak mengalami perubahan pada level 4,1 persen, ungkap AMRO dalam sebuah pernyataan.

"Siklus investasi AI mendukung berbagai aktivitas regional yang meluas, meskipun permintaan domestik masih tidak merata," kata Dong He, ekonom kepala di AMRO.

Dia juga mengatakan bahwa gangguan terhadap pasokan energi dan bahan baku industri ternyata tidak separah yang dikhawatirkan banyak pihak, sehingga menekan hambatan pada sektor produksi.

Namun, tingginya biaya energi dan logistik terus membebani daya beli rumah tangga serta biaya bisnis, imbuhnya.

Ke depan, AMRO mengatakan prospek pertumbuhan kawasan tersebut masih sangat sensitif terhadap permintaan terkait AI, yang dapat memperkuat atau memperlemah ekspor dan investasi.

Risiko-risiko tambahan yang menyebabkan penurunan mencakup gangguan yang kembali muncul pada pasokan energi di Timur Tengah dan fenomena El Nino yang lebih persisten, serta volatilitas pasar keuangan dan langkah-langkah proteksionis lebih lanjut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait