Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai

Orang-orang berbelanja di sebuah pasar pangan di Sanaa, Yaman, pada 28 Februari 2024. (Xinhua/Mohammed Mohammed)

Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) PBB akan menangguhkan seluruh operasinya di daerah-daerah Yaman yang dikuasai kelompok Houthi dan mengakhiri kontrak 360 pegawai Yaman mulai 31 Maret.

 

Sanaa, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) PBB akan menangguhkan seluruh operasinya di daerah-daerah Yaman yang dikuasai kelompok Houthi dan mengakhiri kontrak 360 pegawai Yaman mulai 31 Maret, seperti disampaikan sejumlah sumber kepada Xinhua pada Rabu (28/1).

Sumber-sumber dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan staf WFP di Sanaa, ibu kota Yaman, mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan virtual dengan pimpinan program. Penangguhan ini berdampak pada seluruh kegiatan WFP di ibu kota itu dan provinsi-provinsi lain yang dikuasai Houthi.

Seorang pejabat WFP Yaman, yang berbicara secara anonim, menyebut hilangnya lingkungan operasi yang aman dan keterbatasan pendanaan sebagai alasan utama di balik langkah tersebut. Dia juga menyebutkan bahwa 38 karyawan WFP telah ditahan oleh Houthi selama beberapa bulan.

Tidak ada komentar langsung dari kelompok Houthi terkait penangguhan tersebut.

PBB telah berulang kali menuduh kelompok itu menahan staf PBB setempat, dengan beberapa di antaranya ditahan sejak 2021, dan telah menyerukan pembebasan mereka dengan segera dan tanpa syarat.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait