
PM Spanyol desak Eurovision larang partisipasi Israel di ajang tersebut karena konflik Gaza

Sekelompok staf Uni Eropa (UE) berkumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa senyap di depan gedung Berlaymont di Brussel, Belgia, pada 27 Maret 2025. Dikelilingi oleh gedung Komisi Eropa dan Dewan UE, sekelompok staf UE dengan tenang berkumpul di depan gedung Berlaymont menggelar aksi unjuk rasa senyap untuk menuntut perdamaian dan keadilan di Gaza. (Xinhua/Liao Lei)
Austria memenangkan Eurovision, tetapi Israel berada di posisi kedua dengan perolehan suara publik terbanyak dalam voting yang dilakukan secara daring.
Madrid, Spanyol (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez pada Senin (19/5) menyerukan agar Israel didiskualifikasi dari Kontes Lagu Eurovision (Eurovision Song Contest) selama Israel masih melanjutkan kampanye militernya di Gaza.Berbicara dalam presentasi laporan bertajuk ‘Sektor Budaya dan Kreatif di Spanyol’, Sanchez mengatakan bahwa Israel harus menghadapi konsekuensi yang sama dengan Rusia, yang dilarang ikut serta dalam kompetisi-kompetisi internasional, termasuk ajang Eurovision, menyusul konflik di Ukraina."Jika (Rusia) diharuskan mundur dari kompetisi internasional dan tidak diizinkan berpartisipasi dalam Eurovision, maka Israel juga seharusnya tidak diperbolehkan. Kita tidak bisa membiarkan adanya standar ganda dalam bidang kebudayaan."Sanchez menekankan pentingnya konsistensi dalam menegakkan hukum internasional, seraya menegaskan bahwa Spanyol harus bersikap "teguh dan konsisten" dalam pendiriannya.Pernyataan Sanchez tersebut disampaikan dua hari setelah babak final Eurovision digelar di Swiss. Austria memenangkan kontes itu, tetapi Israel berada di posisi kedua dengan perolehan suara publik terbanyak dalam voting yang dilakukan secara daring.Jaringan televisi resmi milik pemerintah Spanyol, RTVE, yang menayangkan acara tersebut, dilaporkan telah diperingatkan oleh pihak penyelenggara agar tidak menyebutkan kampanye militer Israel di Gaza selama babak final setelah para komentatornya membahas konflik tersebut pada babak semifinal.Sebagai respons, RTVE menampilkan sebuah pesan di layar sesaat sebelum siaran babak final, yang berbunyi ‘Mempertimbangkan hak asasi manusia, diam bukanlah pilihan. Perdamaian dan keadilan bagi Palestina’ (In the face of human rights, silence is not an option. Peace and justice for Palestine).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Utusan AS sebut perdamaian di Timur Tengah hanya "ilusi semata" dan tidak ada yang bisa dipercaya
Indonesia
•
24 Sep 2025

Presiden Erdogan kutuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad
Indonesia
•
28 Oct 2020

Kedai kopi Starbucks keluar dari Rusia setelah hampir 15 tahun
Indonesia
•
24 May 2022

10 orang tewas dan 30 luka dalam serangan bunuh diri di Pakistan barat daya
Indonesia
•
01 Oct 2025


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
