
Atasi lonjakan harga bahan bakar, Thai AirAsia kurangi jadwal penerbangan hingga 30 persen

Para pelancong terlihat di Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand, pada 22 Oktober 2021. (Xinhua/Rachen Sageamsak)
Thai AirAsia akan mengurangi kapasitas tempat duduk secara keseluruhan rata-rata sebesar 30 persen antara Mei hingga Juni guna mengatasi dampak berkepanjangan dari melonjaknya harga bahan bakar global dan penurunan permintaan perjalanan musiman selama pertengahan tahun.
Bangkok, Thailand (Xinhua/Indonesia Window) – Maskapai penerbangan Thai AirAsia akan mengurangi kapasitas tempat duduk secara keseluruhan rata-rata sebesar 30 persen antara Mei hingga Juni guna mengatasi dampak berkepanjangan dari melonjaknya harga bahan bakar global dan penurunan permintaan perjalanan musiman selama pertengahan tahun. Demikian diumumkan maskapai tersebut di laman web resminya pada Selasa (28/4).
Untuk jaringan domestik, Thai AirAsia akan mengurangi jadwal penerbangan di Bandar Udara Suvarnabhumi, dan hanya mempertahankan layanan penerbangan langsung dari Suvarnabhumi ke Chiang Mai dan Phuket selama Mei dan Juni, kata Phairat Pornpathananangoon, chief executive officer Thai AirAsia. Sementara itu, di Bandar Udara Don Mueang, maskapai itu akan terus mengoperasikan jaringan penuhnya di semua destinasi, dengan frekuensi penerbangan yang diselaraskan secara strategis guna menyesuaikan dengan permintaan aktual penumpang.
Untuk rute internasional, maskapai tersebut akan menangguhkan sementara dan mengurangi frekuensi penerbangan, terutama pada rute-rute di India, mengingat tingginya biaya operasional. Sementara itu, operasional di pasar-pasar utama seperti China, Asia Timur, dan ASEAN akan tetap stabil.
"Bahan bakar penerbangan merupakan biaya operasional utama kami, dan dengan harga bahan bakar jet yang melonjak lebih dari tiga kali lipat baru-baru ini, kami harus secara ketat mengoptimalkan rencana operasional kami dengan mengurangi frekuensi penerbangan dan menangguhkan sementara beberapa rute yang tidak ramai," kata Phairat.
Jika harga bahan bakar kembali stabil dan permintaan perjalanan meningkat, Thai AirAsia sepenuhnya siap untuk dengan cepat memulihkan dan meningkatkan operasi penerbangannya, imbuh maskapai tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China berharap UE akan tetap berkomitmen pada perdagangan bebas dan menentang proteksionisme
Indonesia
•
05 Jun 2024

China tambahkan 10 perusahaan AS ke daftar entitas yang tidak dapat dipercaya
Indonesia
•
05 Mar 2025

IMF: Kemungkinan ‘default’ Rusia tak akan picu krisis keuangan global
Indonesia
•
14 Mar 2022

OPEC turunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026
Indonesia
•
14 May 2026


Berita Terbaru

IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia
Indonesia
•
13 Jun 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

UKM Singapura paling tidak optimistis ekspansi ke luar negeri
Indonesia
•
12 Jun 2026

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026
