Maskapai Lufthansa batalkan 20.000 penerbangan jarak pendek saat harga avtur melonjak dua kali lipat

Sebuah pesawat Lufthansa melintas di landasan pacu di bandara Frankfurt di Frankfurt, Jerman, pada 17 Januari 2022. (Xinhua/Lu Yang)

Pembatalan penerbangan oleh Lufthansa diperkirakan akan menghemat sekitar 40.000 ton bahan bakar setelah harganya naik dua kali lipat menyusul pecahnya perang di Iran.

 

Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Maskapai Lufthansa asal Jerman pada Selasa (21/4) mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan 20.000 penerbangan jarak pendek hingga Oktober seiring melonjaknya harga avtur.

Maskapai tersebut menyatakan langkah ini diperkirakan akan menghemat sekitar 40.000 ton bahan bakar setelah harganya naik dua kali lipat menyusul pecahnya perang di Iran.

Dalam sebuah pernyataan, Lufthansa mengatakan penyesuaian jadwal tersebut akan mengurangi jumlah "penerbangan jarak pendek yang tidak menguntungkan" di seluruh jaringan grup itu.

Perusahaan tersebut menambahkan bahwa gelombang pertama pembatalan, yang berdampak pada 120 penerbangan per hari, mulai berlaku pada Senin (20/4) dan akan tetap berlaku hingga akhir Mei.

Keputusan ini menyusul pengumuman Lufthansa pada 16 April lalu bahwa pihaknya akan menarik secara permanen 27 pesawat operasional dari unit Lufthansa CityLine mulai 18 April. Maskapai itu menyebut gangguan akibat aksi mogok dan melonjaknya biaya bahan bakar di tengah ketegangan di Timur Tengah sebagai alasan, saat berupaya membatasi kerugian lebih lanjut di maskapai yang merugi tersebut.

Langkah-langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran di Eropa terkait risiko pasokan bahan bakar yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah. Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) Fatih Birol memperingatkan pada Kamis (16/4) pekan lalu bahwa Eropa mungkin hanya memiliki persediaan bahan bakar jet untuk sekitar enam pekan jika gangguan pasokan saat ini terus berlanjut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait