
AS jatuhkan sanksi kepada dua hakim ICC terkait Israel

Foto yang diabadikan pada 12 Maret 2025 ini menunjukkan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) di Den Haag, Belanda. (Xinhua/Peng Ziyang)
ICC yang berbasis di Den Haag menolak upaya Israel untuk memblokir penyelidikan yang sedang berlangsung atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Kamis (18/12) kembali menjatuhkan sanksi kepada dua hakim Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC), setelah pengadilan yang berbasis di Den Haag itu menolak upaya Israel untuk memblokir penyelidikan yang sedang berlangsung atas dugaan kejahatan perang di Gaza.Kedua hakim ICC, Gocha Lordkipanidze dan Erdenebalsuren Damdin, "telah terlibat langsung dalam upaya ICC untuk menyelidiki, menangkap, menahan, atau menuntut warga negara Israel, tanpa persetujuan Israel," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio dalam sebuah pernyataan.Menurut pernyataan tersebut, kedua hakim memberikan suara mayoritas untuk mendukung putusan ICC yang menolak banding Israel pada Senin (15/12).Pada Kamis (18/12), ICC dengan tegas menolak sanksi baru AS tersebut, dengan mengatakan "sanksi ini merupakan serangan terang-terangan terhadap independensi lembaga peradilan yang tidak memihak, yang beroperasi sesuai dengan mandat yang diberikan oleh States Parties dari berbagai kawasan.""Tindakan yang menargetkan hakim dan jaksa yang dipilih oleh States Parties tersebut merusak supremasi hukum. Ketika pihak peradilan diancam karena menerapkan hukum, tatanan hukum internasional itu sendiri yang berada dalam risiko," kata ICC dalam sebuah pernyataan.Menurut lembaga pengadilan internasional tersebut, AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada sembilan pejabat terpilih dari Lembaga Peradilan dan Kantor Jaksa Penuntut Umum ICC.The International Criminal Court didirikan berdasarkan Statuta Roma untuk mengadili genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. AS dan Israel bukan merupakan pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar sebut kemenangan Partai Buruh dalam pemilu Inggris lebih lemah dari yang terlihat
Indonesia
•
08 Jul 2024

Budi daya opium di Afghanistan turun 95 persen pascalarangan narkoba
Indonesia
•
06 Nov 2023

Komentar Xinhua: G7 seharusnya berganti nama menjadi G1+6
Indonesia
•
27 May 2023

Trump mengaku tak bersalah dalam kasus dokumen rahasia
Indonesia
•
15 Jun 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
