
Airbus luncurkan proyek daur ulang pesawat global pertamanya di China barat daya

Foto yang diabadikan pada 24 Januari 2024 ini menunjukkan gedung Airbus Lifecycle Services Centre (ALSC) di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua/Liu Kun)
Airbus Lifecycle Services Centre (ALSC) mampu menangani berbagai jenis pesawat terbang arus utama (mainstream) dan menyediakan saluran distribusi global untuk penjualan kembali suku cadang yang masih dapat digunakan dari pesawat yang sudah pensiun.
Chengdu, China (Xinhua) – Airbus meluncurkan proyek daur ulang pesawat global pertamanya, yang bernama Airbus Lifecycle Services Centre (ALSC), di Chengdu, pusat penerbangan utama di China barat daya, pada Rabu (24/1).Dengan luas mencapai lebih dari 60 hektare, ALSC mampu menangani berbagai jenis pesawat terbang arus utama (mainstream) dan menyediakan saluran distribusi global untuk penjualan kembali suku cadang yang masih dapat digunakan dari pesawat yang sudah pensiun.Dibangun dengan total investasi senilai 6 miliar yuan atau sekitar 844,55 juta dolar AS, proyek ini bertujuan meningkatkan tingkat daur ulang komponen dan material pesawat terbang, sehingga dapat mencapai lebih dari 90 persen daur ulang pesawat yang ramah lingkungan berdasarkan bobotnya."Pembukaan ALSC akan menjadi sorotan baru dalam pendalaman kerja sama antara China dan Eropa," ujar George Xu, wakil presiden eksekutif Airbus sekaligus CEO Airbus China.Chengdu berupaya melakukan pengembangan pesat untuk industri penerbangannya. Pada 2023, dua bandar udara internasional di kota itu mencatatkan lebih dari 74,92 juta perjalanan penumpang serta total throughput kargo dan suratnya mencapai 771.000 ton, menurut Sichuan Province Airport Group Co., Ltd.China akan menjadi pasar layanan penerbangan terbesar di dunia pada 2042 mendatang, dengan nilai pasarnya melonjak menjadi 54,1 miliar dolar AS, demikian proyeksi Airbus China pada Desember 2023.“Dalam jangka panjang, ketika kami mengamati proyeksi pasar global kami, kami melihat (adanya) pertumbuhan tahunan untuk traffic selama 20 tahun mendatang, yang akan berada di kisaran 5,3 persen,” ujar Wakil Presiden Eksekutif Bidang Program dan Layanan Airbus, Phillippe Mhun.“Saat kami membandingkannya dengan traffic di seluruh dunia pada periode yang sama, angkanya akan berada di kisaran 3,6 persen. Jadi, masih banyak hal yang akan kami hadapi. Itulah alasannya kami di Airbus sangat senang dapat mendukung pasar China, yang sangat penting bagi kami,” pungkasnya.*1 yuan = 2.200 rupiah**1 dolar AS = 15.767 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Huawei luncurkan ekosistem perangkat lunak cip berbasis ‘Open-Source’
Indonesia
•
08 Aug 2025

Peneliti Jerman temukan mekanisme bakteri atasi respons imun sel tumbuhan
Indonesia
•
03 Jun 2022

China genjot penerapan skala besar BDS
Indonesia
•
15 Mar 2023

China jadi negara pertama yang berhasil terapkan teknologi energi hidrogen di Antarktika
Indonesia
•
07 Mar 2025


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
