
Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April

Foto yang diabadikan pada 22 Juni 2024 ini menunjukkan sebuah gunung es di Svalbard, Norwegia. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Dengan kondisi El Nino yang semakin nyata dalam beberapa bulan mendatang, April 2026 mencatatkan suhu permukaan laut tertinggi kedua dalam sejarah untuk samudra-samudra ekstrapolar (extra-polar oceans).
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Dengan kondisi El Nino yang semakin nyata dalam beberapa bulan mendatang, April 2026 mencatatkan suhu permukaan laut tertinggi kedua dalam sejarah untuk samudra-samudra ekstrapolar (extra-polar oceans), sementara bulan tersebut menempati peringkat ketiga secara global sebagai April terhangat, demikian dilaporkan jaringan pemantauan iklim Uni Eropa (UE) pada Jumat (8/5).
Suhu permukaan laut rata-rata di seluruh samudra di dunia antara 60 derajat lintang selatan dan 60 derajat lintang utara mencapai sekitar 21 derajat Celsius – kedua setelah April 2024, ketika peristiwa El Nino terakhir menyebabkan suhu hangat tertinggi yang memecahkan rekor, ungkap Copernicus Climate Change Service (C3S).
Sebagian besar wilayah Pasifik tropis mengalami suhu yang memecahkan rekor untuk bulan tersebut, disertai dengan gelombang panas laut yang kuat, kata C3S.
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO), El Nino ditandai dengan pemanasan permukaan samudra di Pasifik Khatulistiwa bagian tengah dan timur. Fenomena ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan, memengaruhi pola suhu dan curah hujan di berbagai kawasan dan umumnya memberikan efek pemanasan terhadap iklim global.
Sementara itu, suhu udara permukaan rata-rata global untuk April 2026 tercatat sebesar 14,89 derajat Celsius, atau 0,52 derajat di atas rata-rata 1991-2020 dan 1,43 derajat di atas tingkat praindustri, urai C3S.
April 2026 menambah sinyal yang jelas tentang pemanasan global yang berkelanjutan, kata Samantha Burgess, wakil direktur C3S.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Awak Artemis II akan kembali ke Bumi
Indonesia
•
10 Apr 2026

2 dari 3 orang dewasa Australia kelebihan berat badan, makanan ultraolahan jadi sorotan
Indonesia
•
19 Aug 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Ilmuwan Rusia kembangkan galur vaksin baru untuk lawan virus flu burung H5N1
Indonesia
•
22 Jan 2026


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
