
Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung

Ilustrasi. (julien Tromeur on Unsplash)
Lonjakan kasus kanker lambung di Selandia Baru mencapai hampir 50 persen pada 2045, dengan masyarakat etnis Maori dan Pasifik diperkirakan akan mengalami dampak yang tidak proporsional.
Wellington, Selandia Baru (Xinhua/Indonesia Window) – Selandia Baru diprediksi akan menghadapi lonjakan kasus kanker lambung hingga hampir 50 persen pada 2045, dengan masyarakat etnis Maori dan Pasifik diperkirakan akan mengalami dampak yang tidak proporsional, ungkap sebuah penelitian baru pada Jumat (8/5).
Penelitian tersebut, yang dilakukan oleh badan kesehatan pemerintah Health New Zealand dan Universitas Auckland, menyusun sebuah model proyeksi yang memperkirakan jumlah kasus tahunan akan meningkat dari sekitar 492 kasus pada 2022 menjadi sekitar 725 kasus pada pertengahan abad ini.
Kasus pada kelompok masyarakat berusia 75 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat dua kali lipat, yang berpotensi memberikan beban tambahan pada layanan kesehatan, menurut penelitian yang diterbitkan dalam New Zealand Medical Journal.
Para peneliti memperingatkan bahwa disparitas etnis yang ada saat ini akan semakin melebar, di mana masyarakat etnis Maori dan Pasifik, yang sebelumnya telah mencatatkan tingkat kanker lambung tertinggi, diproyeksikan akan mengalami peningkatan jumlah kasus hingga hampir dua kali lipat selama periode tersebut.
Kanker lambung merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan masyarakat etnis Maori, dengan tingkat keselamatan hidup lima tahun sekitar 27 persen, menurut penelitian tersebut.
Selain itu, penelitian ini menyoroti bahwa banyak kasus di masa depan dapat dicegah melalui program pengobatan dan skrining bakteri Helicobacter Pylori yang tertarget. Infeksi bakteri tersebut, yang merupakan penyebab utama kanker lambung, biasanya diderita saat masa kanak-kanak dan berkaitan dengan kepadatan hunian serta keterbatasan sosial-ekonomi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Berkat teknologi tinggi, peneliti berhasil hitung emisi karbon global dari pembakaran biomassa
Indonesia
•
07 Aug 2024

China kembangkan sistem platform inovasi yang komprehensif untuk pengobatan tradisional
Indonesia
•
11 Jan 2025

Studi sebut ukuran Galaksi Bimasakti bisa jadi lebih besar dari yang diperkirakan
Indonesia
•
12 Jul 2024

Ilmuwan China kembangkan cip memristor terintegrasi penuh dengan konsumsi energi yang rendah
Indonesia
•
13 Oct 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
