
Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf

Foto dokumentasi menunjukkan seorang pasien menjajal perangkat antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) di Rumah Sakit Lansia Hainan di Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua)
Teknologi antarmuka otak-komputer bersifat noninvasif, dan berhasil membantu seorang pasien lumpuh berdiri tegak serta berhasil melangkah.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – "Seru sekali. Saya hanya membayangkan mengangkat tangan saya di pikiran, dan petunjuk di layar ini benar-benar bergerak," kata seorang pasien lanjut usia (lansia) yang menderita strok dengan penuh kegembiraan saat dirinya menjajal perangkat antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) baru di sebuah rumah sakit di Provinsi Hainan, China selatan.
Akibat penyakit strok, pasien yang berusia 72 tahun itu mengalami putusnya koneksi saraf antara otak dan tangan kirinya. Dengan perangkat BCI yang menangkap sinyal elektronik lemah dari otak, pikiran pasien berhasil diterjemahkan menjadi instruksi gerakan. Jika rutin berlatih menggunakan perangkat ini, lansia tersebut diharapkan bisa "mendapatkan kembali" tangan kirinya.
Pada 2026, pengembangan teknologi BCI untuk pertama kalinya dicantumkan dalam laporan kerja tahunan pemerintah China. Kini, teknologi tersebut sedang berkembang pesat di seluruh China dan semakin mempercepat langkahnya menuju tahap penerapan klinis.
Di Rumah Sakit Tiantan Beijing, layanan rawat jalan untuk konsultasi medis terkait penerapan teknologi BCI sudah beroperasi secara matang. Hingga akhir 2025, layanan tersebut telah menerima 1.600 kasus. Sementara itu, Rumah Sakit Tongji Shanghai telah menyelesaikan pengobatan terkoordinasi berbasis teknologi tersebut yang bersifat noninvasif, dan berhasil membantu seorang pasien lumpuh berdiri tegak serta berhasil melangkah.
Sejak 2020, didorong oleh akademisi Luo Qingming dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), Tim Rekayasa Neuro Cip Otak-Mesin (Brain-Machine Chip Neuroengineering Team) didirikan di Universitas Hainan. Setelah upaya selama bertahun-tahun, tim tersebut telah mengajukan hampir 20 paten terkait. Tiga model cip telah dibeli oleh lebih dari 30 perusahaan perangkat medis dan lembaga penelitian, membantu pengembangan instrumen riset ilmu saraf serta perangkat medis regulasi saraf, mendukung penelitian dan perawatan rehabilitasi untuk kondisi-kondisi seperti hemiplegia.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah universitas dan institusi teknologi medis di China menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit dan perusahaan industri untuk menjajaki eksperimen penerapan klinis dan peningkatan efektivitas teknologi, yang turut membantu pengoptimalan teknologi mutakhir tersebut.
"Sudah terbukti bahwa teknologi BCI jauh lebih efisien dibandingkan pengobatan konvensional dalam latihan rehabilitasi bagi pasien strok, epilepsi, Parkinson, dan penyakit saraf lainnya, dengan meningkatkan keterlibatan otak yang lebih subjektif," kata Wang Jianqiang, seorang dokter di Rumah Sakit Lansia Hainan.
Dengan upaya terkoordinasi dalam pedoman kebijakan, terobosan teknologi, dan penerapan klinis, teknologi BCI China akan membawa harapan baru bagi rehabilitasi ratusan juta pasien dengan gangguan neurologis.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China luncurkan purwarupa robot udara/terestrial untuk eksplorasi Mars
Indonesia
•
15 Feb 2025

Usai roket New Glenn meledak, Blue Origin ubah strategi peluncuran demi kembali terbang tahun ini
Indonesia
•
01 Jul 2026

China luncurkan platform resonansi magnetik baru untuk dukung teknologi antarmuka otak-komputer
Indonesia
•
22 Oct 2025

Peneliti Australia jelajahi Antarktika untuk pahami perubahan iklim
Indonesia
•
06 Jan 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
