'Bahan Kimia Abadi’ berbahaya ditemukan dalam air minum di Jerman

Para penumpang terlihat di peron sebuah stasiun kereta di Berlin, Jerman, pada 15 Januari 2024. (Xinhua/Ren Pengfei)
Zat perfluoroalkil dan polifluoroalkil (PFAS) adalah kelompok beragam yang terdiri dari ribuan bahan kimia yang digunakan dalam ratusan jenis produk.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah kelompok lingkungan Jerman mendeteksi adanya zat ‘bahan kimia abadi’ berbahaya di dalam hampir semua sampel air minum yang diuji secara nasional.Federasi Lingkungan dan Konservasi Alam (BUND) Jerman mengatakan bahwa jejak senyawa PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances) ditemukan dalam 42 dari 46 sampel yang dikumpulkan pada periode Juni hingga Oktober.Berlin menjadi salah satu area yang terdampak paling parah, dengan kadar PFAS yang tinggi terdeteksi dalam air dari distrik pemerintah kota tersebut. Menurut kantor berita Jerman dpa, PFAS dikaitkan dengan kerusakan hati serta kanker ginjal dan testis. Para ahli memperingatkan zat-zat tersebut dapat mencemari sumber air secara permanen.PFAS banyak digunakan dalam produk-produk seperti perlengkapan luar ruangan, peralatan masak antilengket, dan kosmetik. BUND mengungkapkan hanya sebagian kecil dari ribuan senyawa PFAS yang saat ini teregulasi di Jerman."Sampel acak kami menunjukkan bahwa PFAS telah lama masuk ke siklus air kami, mulai dari air permukaan hingga air tanah dan bahkan air minum," ujar Verena Graichen, direktur pelaksana BUND.Zat perfluoroalkil dan polifluoroalkil (PFAS) adalah kelompok beragam yang terdiri dari ribuan bahan kimia yang digunakan dalam ratusan jenis produk. PFAS di lingkungan dapat masuk ke pasokan pangan melalui tanaman dan hewan yang ditanam, dipelihara, atau diproses di area yang terkontaminasi. PFAS dalam jumlah yang sangat kecil juga dapat masuk ke makanan melalui kemasan, pemrosesan, dan peralatan masak makanan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Komputer Kuantum Superkonduktor Generasi ke-3 China catatkan 20 juta lebih kunjungan global
Indonesia
•
18 Feb 2025

Museum China replikasi cawan anggur kompleks berusia ribuan tahun secara digital
Indonesia
•
11 Jun 2024

Haji1442 – Teknologi kecerdasan buatan diterapkan pada pelaksanaan ibadah
Indonesia
•
01 Jul 2021

Peneliti China ungkap peran sumber panas perkotaan dalam memperparah peristiwa panas ekstrem
Indonesia
•
20 Dec 2025
Berita Terbaru

Kesendirian berlebihan bisa picu gangguan kecemasan
Indonesia
•
04 Feb 2026

Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026

Vaksin personalisasi pertama di dunia untuk kanker otak anak yang mematikan dalam tahap uji klinis
Indonesia
•
03 Feb 2026
