
Komputer Kuantum Superkonduktor Generasi ke-3 China catatkan 20 juta lebih kunjungan global

Seorang pengunjung memotret sebuah model komputer kuantum superkonduktor Origin Wukong dalam ajang Konvensi Manufaktur Dunia (World Manufacturing Convention) 2024 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 20 September 2024. (Xinhua/Huang Bohan)
Komputer kuantum Origin Wukong telah menerima lebih dari 20 juta kunjungan jarak jauh secara global, menandai tonggak sejarah penting dalam pengembangan komputasi kuantum di China.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Komputer kuantum superkonduktor generasi ketiga yang dikembangkan secara mandiri oleh China, Origin Wukong, telah menerima lebih dari 20 juta kunjungan jarak jauh secara global, menandai tonggak sejarah penting dalam pengembangan komputasi kuantum di negara tersebut, ungkap laporan China Science and Technology Daily.Menurut Pusat Penelitian Teknik Komputasi Kuantum Anhui, para pengguna dari 139 negara dan kawasan telah mengakses Origin Wukong secara jarak jauh, dengan Amerika Serikat (AS), Rusia, Jepang, dan Kanada menunjukkan tingkat aktivitas pengguna tertinggi. Di antara negara-negara tersebut, AS memimpin dalam jumlah kunjungan pengguna asing.Origin Wukong telah merampungkan lebih dari 339.000 tugas komputasi kuantum sejak mulai beroperasi pada 6 Januari 2024. Tugas-tugas tersebut mencakup berbagai industri, seperti keuangan dan biomedis.Komputer kuantum ini ditenagai oleh Wukong, sebuah cip kuantum superkonduktor asli berkinerja 72 qubit. Komputer ini juga merupakan salah satu komputer kuantum superkonduktor tercanggih yang dapat diprogram dan dikerahkan di China.Nama Wukong terinspirasi dari Sun Wukong (Sun Go Kong), tokoh mitos Raja Kera yang memiliki kemampuan untuk bertransformasi menjadi 72 bentuk yang berbeda, melambangkan kapabilitas komputer tersebut yang kuat dan serbaguna.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies tokek baru ditemukan di cagar alam Kamboja
Indonesia
•
25 Feb 2026

Bagian kepala patung Deva berusia ratusan tahun ditemukan di Taman Arkeologi Angkor Kamboja
Indonesia
•
17 May 2024

Peneliti China temukan sumber penggerak gelombang umbra di bintik matahari
Indonesia
•
13 Jun 2024

Studi: Berjalan 8.000 langkah per hari pada akhir pekan kurangi risiko kematian
Indonesia
•
11 Apr 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
