
Jelang pilpres, mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol mengundurkan diri dari partai

Presiden Korea Selatan yang dilengserkan, Yoon Suk-yeol, menghadiri sidang kedua persidangan kriminal atas tuduhan pemberontakan di Seoul, Korea Selatan, pada 21 April 2025. (Xinhua/Newsis)
Yoon mengimbau masyarakat untuk bersatu mendukung Kim Moon-soo, calon presiden dari Partai Kekuatan Rakyat, dan menggunakan hak suara mereka pada pilpres yang akan digelar pada 3 Juni demi menjaga kebebasan, kedaulatan, dan kemakmuran bangsa.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Mantan presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol pada Sabtu (17/5) mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party) yang berhaluan konservatif menjelang pemilihan presiden (pilpres) negara tersebut yang akan digelar pada 3 Juni."Saya mengumumkan pengunduran diri dari Partai Kekuatan Rakyat hari ini. Saya menghormati dan berterima kasih kepada rekan-rekan saya di partai yang telah mempercayai saya dan tetap bersama saya selama ini," ungkap Yoon dalam sebuah pernyataan yang disampaikan secara daring.Yoon menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dari partai merupakan langkah terbaik yang dapat dia lakukan untuk memenangkan pilpres dan melindungi kelangsungan demokrasi liberal di negara tersebut.Baru-baru ini muncul seruan agar Yoon mengundurkan diri dari partai guna menarik para pemilih yang belum menentukan pilihan dalam pilpres mendatang, yang dipicu oleh kegagalan Yoon dalam upaya pengesahan undang-undang darurat militer, proses pemakzulannya, serta pemberhentian secara permanen dari jabatannya.Yoon mengimbau masyarakat untuk bersatu mendukung Kim Moon-soo, calon presiden dari Partai Kekuatan Rakyat, dan menggunakan hak suara mereka pada pilpres yang akan digelar pada 3 Juni demi menjaga kebebasan, kedaulatan, dan kemakmuran bangsa.Dalam jajak pendapat baru-baru ini, Kim tertinggal jauh di belakang Lee Jae-myung, calon presiden dari Partai Demokrat (Democratic Party) yang mayoritas berhaluan liberal, yang sebelumnya kalah dalam pilpres 2022 melawan Yoon dengan selisih sangat tipis 0,73 poin persentase.Menurut survei yang dilakukan oleh lembaga survei lokal Flower Research terhadap 4.016 pemilih pada periode Senin (12/5) hingga Kamis (15/5), Lee memperoleh tingkat dukungan 51,7 persen, sementara Kim meraih 28,7 persen.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu China lakukan pembicaraan dengan presiden Majelis Umum PBB
Indonesia
•
03 Feb 2023

Presiden baru Peru berencana gelar pemilu dini saat protes semakin intensif
Indonesia
•
14 Dec 2022

Mirip pasal 5 NATO, Turkiye tegaskan Aliansi Pertahanan Makkah tak menargetkan Iran
Indonesia
•
09 Aug 2026

COVID-19 – Arab Saudi perpanjang larangan masuk karena varian baru
Indonesia
•
28 Dec 2020


Berita Terbaru

Perang Iran kuras keuangan AS 663 triliun rupiah, AS kini hadapi kekurangan amunisi canggih
Indonesia
•
15 Sep 2026

Trump klaim Iran terus minta kesepakatan, perang diprediksi berakhir tahun ini
Indonesia
•
14 Sep 2026

Lebih dari 500 tentara tewas dan 1.500 luka, serangan Houthi ubah peta perang Yaman
Indonesia
•
14 Sep 2026

Opini – Memulihkan kepercayaan: Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
Indonesia
•
15 Sep 2026
