
Trump melunak soal Perjanjian Chagos Inggris usai bicara dengan Starmer

Ilustrasi. (Shubham Beeharry on Unsplash)
Pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, pulau terbesar di Kepulauan Chagos, disebut sebagai instalasi strategis di Samudra Hindia yang memiliki arti sangat penting bagi keamanan nasional dan operasi militer global AS.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (5/2) mengatakan bahwa dia tetap mempertahankan hak untuk "mengamankan secara militer dan memperkuat kehadiran Amerika" di Kepulauan Chagos, menyusul pembicaraan yang dia sebut "sangat produktif" dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer. Pernyataan ini menandai perubahan sikap Trump dari kritik tajam yang dia lontarkan bulan lalu.
"Saya paham bahwa kesepakatan yang dibuat PM Starmer, menurut banyak pihak, adalah kesepakatan terbaik yang dapat dia capai," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, merujuk pada perjanjian pengalihan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius yang ditandatangani Starmer pada 2025.
"Namun, jika perjanjian sewa tersebut di kemudian hari gagal, atau ada pihak yang mengancam atau membahayakan operasi dan pasukan AS di pangkalan kami, saya tetap memiliki hak untuk mengamankan secara Militer dan memperkuat kehadiran Amerika di Diego Garcia," ujar Trump dengan nada memperingatkan.
Dia menggambarkan pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, pulau terbesar di Kepulauan Chagos, sebagai instalasi strategis di Samudra Hindia yang memiliki arti sangat penting bagi keamanan nasional dan operasi militer global AS.
Dalam sebuah unggahan pada bulan lalu, Trump mengecam keputusan Inggris untuk menyerahkan kedaulatan atas Kepulauan Chagos kepada Mauritius sebagai "kebodohan besar".
Pada 2019, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa Inggris telah memecah Kepulauan Chagos secara ilegal dan seharusnya melepaskan kendali atas kepulauan tersebut.
Tahun lalu, Starmer menandatangani perjanjian pengalihan kedaulatan atas Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Berdasarkan ketentuan perjanjian tersebut, yang dikabarkan berlaku selama 99 tahun, Mauritius akan menyewakan kembali pangkalan militer Diego Garcia kepada Inggris dan AS.
Pada 1965, kepulauan itu dipisahkan dari Mauritius, yang saat itu masih merupakan koloni Inggris. Inggris kemudian mengundang AS untuk membangun pangkalan militer di sana, sebuah langkah yang menyebabkan ribuan warga Chagos terusir dari tempat tinggal mereka.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra dibebaskan bersyarat dari penjara
Indonesia
•
19 Feb 2024

KTT G7 diawali dengan munculnya perbedaan pandangan di antara para pemimpin
Indonesia
•
17 Jun 2025

Karhutla di barat Melbourne, Australia, membesar tiga kali lipat, ribuan orang diminta mengungsi
Indonesia
•
25 Dec 2024

Imbas operasi militer di Iran, Israel tutup sementara misi diplomatik di seluruh dunia
Indonesia
•
16 Jun 2025


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
