Xi tunjukkan komitmen China pada pertumbuhan dan tata kelola global (Bagian 1 dari 2)

Presiden China Xi Jinping melanjutkan partisipasinya dalam Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) ke-29 di Bangkok, Thailand, pada 19 November 2022. (Xinhua/Ju Peng)

Pembangunan global dan tata kelola global terus disuarakan dengan lantang oleh Presiden China Xi Jinping dalam partisipasinya di lebih dari 30 acara, menekankan peran China sebagai negara besar yang rasional, percaya diri, dan bertanggung jawab.

 

Beijing, China (Xinhua) – Presiden China Xi Jinping pada Sabtu (19/11) malam kembali ke China setelah melakukan perjalanan selama enam hari. Dalam perjalanan itu, dia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (Group of 20/G20) ke-17 di Bali dan Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) ke-29, serta berkunjung ke Thailand.

Setelah kesuksesan penyelenggaraan Kongres Nasional Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) ke-20, diplomasi negara besar China memulai perjalanan baru, ujar Anggota Biro Politik Komite Sentral CPC sekaligus Anggota Dewan Negara yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi.

Selama perjalanan enam hari itu, Xi berpartisipasi dalam lebih dari 30 acara, yang mengirimkan suara yang lantang untuk mendorong pembangunan global dan memimpin tata kelola global, menunjukkan peran China sebagai negara besar yang rasional, percaya diri, dan bertanggung jawab, kata Wang.

Saat berpidato dalam sejumlah pertemuan multilateral dan berbicara dengan para pemimpin negara lainnya, Xi menguraikan mengenai Kongres Nasional CPC ke-20, modernisasi China, kerja sama yang saling menguntungkan antara China dan seluruh dunia, serta memperjuangkan prospek cerah pembangunan yang berkualitas tinggi dan keterbukaan berstandar tinggi China, yang mengirimkan sinyal kuat bahwa China akan senantiasa memajukan perdamaian dan pembangunan dunia serta memperdalam keterbukaan dan kerja sama dengan negara-negara lainnya, tutur Wang.

KTT G20 menyatukan dunia dan negara-negara utama regional, dan juga menjadi platform kerja sama ekonomi internasional, imbuh Wang.

Di KTT tersebut, Xi menyerukan kepada semua negara agar merangkul visi membangun komunitas umat manusia dengan masa depan bersama, dan mendukung perdamaian, pembangunan, serta kerja sama yang saling menguntungkan, guna menggantikan perpecahan dengan persatuan, konfrontasi dengan kerja sama, dan pengucilan dengan inklusivitas, serta menjadikan pembangunan global lebih inklusif, bermanfaat, dan tangguh bagi semua pihak.

Xi menyatakan bahwa modernisasi bukanlah hak istimewa yang diperuntukkan bagi satu negara saja, dan para negara terdepan dalam pembangunan harus dengan tulus membantu negara lain untuk berkembang, kata Wang.

Presiden China tersebut mengusulkan untuk membangun kemitraan global untuk pemulihan ekonomi dan Inisiatif Kerja Sama Internasional tentang Ketahanan Pangan Global (International Cooperation Initiative on Global Food Security), serta mendukung Uni Afrika (UA) bergabung dengan G20, yang menunjukkan Xi senantiasa peduli dengan negara-negara berkembang dan tetap berkomitmen pada visi bahwa “pembangunan menjadi nyata hanya ketika semua negara berkembang bersama” dalam tindakan diplomatik, yang disambut hangat oleh negara-negara berkembang, ujar Wang.

APEC merupakan platform kerja sama ekonomi terpenting di Asia-Pasifik, kata Wang.

Wang menuturkan Xi secara bijak merangkum pengalaman kerja sama ekonomi Asia-Pasifik yang sukses, seraya menggarisbawahi bahwa Asia-Pasifik bukanlah halaman belakang siapa pun dan tidak boleh menjadi arena untuk kontes kekuatan besar. Sang presiden menyampaikan bahwa segala upaya untuk mengobarkan Perang Dingin baru tidak akan diizinkan oleh rakyat maupun oleh zaman.

Wang mengatakan bahwa Xi menyerukan untuk membangun komunitas Asia-Pasifik dengan masa depan bersama yang damai, stabil, bersih dan indah, sebuah kawasan di mana semua pihak siap untuk saling membantu dan membawa kemakmuran bagi semua pihak.

Xi juga menguraikan enam poin untuk mendorong kerja sama Asia-Pasifik dalam menghadapi berbagai perkembangan terbaru, termasuk memperkuat fondasi untuk pembangunan damai, menggunakan pendekatan pembangunan yang berpusat pada rakyat, mengejar keterbukaan dengan level yang lebih tinggi, mengupayakan konektivitas dengan standar yang lebih tinggi, membangun rantai pasokan dan industri yang stabil dan bebas hambatan, serta mendorong peningkatan ekonomi.

Wang menyampaikan Xi mengumumkan bahwa China mempertimbangkan untuk menyelenggarakan Forum Sabuk dan Jalur Sutra untuk Kerja Sama Internasional ketiga pada tahun depan guna memberikan dorongan baru bagi pembangunan dan kemakmuran di Asia-Pasifik dan dunia.

Xi menggelar pertemuan tatap muka dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Bali, yang pada kesempatan tersebut keduanya saling bertukar pandangan secara lugas dan mendalam terkait isu-isu penting bagi hubungan China-AS serta perdamaian dan pembangunan dunia, tutur Wang, seraya menambahkan bahwa pertemuan itu bersifat konstruktif dan strategis. Ini merupakan pertemuan tatap muka pertama antara kedua kepala negara dalam tiga tahun terakhir, terutama sejak merebaknya COVID-19.

Wang mengatakan Xi menekankan bahwa hubungan China-AS harus dipandang dan dikelola dari perspektif menangkap tren umum di dunia, meninggalkan mentalitas menang-kalah (zero-sum) “Anda kalah, saya menang,” dan “Anda bangkit dan saya jatuh”, serta mengatur sifat pertukaran yang mengedepankan dialog alih-alih konfrontasi dan kerja sama yang saling menguntungkan alih-alih hubungan zero-sum.

(Lanjut ke Bagian 2)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan