Vietnam tetapkan strategi jadi pusat Kecerdasan Buatan di ASEAN pada 2030

Vietnam tetapkan strategi jadi hub Kecerdasan Buatan di ASEAN pada 2030
Ilustrasi. Pemerintah Vietnam telah mengeluarkan strategi nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan hingga tahun 2030 dengan tujuan untuk mengubah Vietnam secara bertahap menjadi pusat inovasi dan AI di ASEAN dan dunia. (Possessed Photography on Unsplash)
Advertiser Popin

Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Vietnam telah mengeluarkan strategi nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan hingga tahun 2030 dengan tujuan untuk mengubah Vietnam secara bertahap menjadi pusat inovasi dan AI di ASEAN dan dunia.

Menteri Sains dan Teknologi Bui The Duy mengatakan strategi tersebut menargetkan Vietnam akan menjadi salah satu dari empat negara terkemuka di ASEAN dan 50 negara secara global dalam hal penelitian, pengembangan dan penerapan AI pada tahun 2030; membangun 10 merek dagang AI bergengsi di kawasan ini; dan mengembangkan tiga data besar nasional dan pusat komputasi berkinerja tinggi.

Pada tahun 2030, Vietnam akan menyiapkan 50 database terbuka yang saling berhubungan di sektor ekonomi untuk mendukung upaya tersebut, menurut Kantor Berita Vietnam (VNA).

Untuk tujuan tersebut, negara ini menyempurnakan dokumen hukum dan membuat kerangka hukum mengenai AI, serta mempromosikan kerja sama internasional di lapangan.

Perhatian lebih lanjut harus diberikan pada pelatihan sumber daya manusia dan membangun database yang sinkron dengan infrastruktur komputasi.

Sejak pandemik COVID-19 merebak hampir dua tahun lalu, penerapan AI dalam perawatan kesehatan di Vietnam menjadi sorotan dunia. AI telah membantu meringankan beban pekerja medis dan pasukan anti-pandemik melalui aplikasi penelusuran dan peta epidemiologi.

Universitas Sains dan Teknologi Hanoi secara resmi memulai debutnya sebagai pusat internasional AI di bawah model pusat penelitian internasional campuran (mixed) untuk melakukan studi dasar dan menciptakan teknologi inti ‘Make in Vietnam’.

Direktur pusat tersebut, Prof. Ho Tu Bao, mengatakan lingkungan digital menciptakan peluang berharga untuk mengembangkan negara dan menguasai teknologi penting, termasuk AI.

Duy mengatakan pembangunan Pusat Inovasi Nasional dimulai di Hoa Lac Hi-Tech Park untuk mendukung sistem ekologi baru di Vietnam, dan berkontribusi untuk memperbarui model pertumbuhan berdasarkan teknologi canggih.

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here