
Warga Swiss konsisten belajar Bahasa Indonesia

Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad membuka kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada 5 September 2022. (KBRI Bern)
Program belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) digelar oleh KBRI Bern pada semester musim gugur tahun 2022, dan diikuti oleh setidaknya 40 warga Swiss.
Jakarta (Indonesia Window) – Untuk kelima kalinya sejak tahun 2020, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Bern kembali mengadakan program belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di semester musim gugur tahun 2022, kata Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan tertulisnya yang diterima, Kamis.Dalam acara pembukaan pada Senin (5/9), Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad mengapresiasi para pemelajar BIPA, terutama mereka yang telah mempelajari Bahasa Indonesia sejak tahun 2020, dan menyambut pemelajar BIPA kali ini ke dalam keluarga friends of Indonesia di Swiss (sahabat Indonesia di Swiss).“Dalam perjalanan kelas Anda di bulan-bulan mendatang, saya berharap Anda juga dapat belajar lebih banyak tentang budaya Indonesia, masyarakatnya, karakteristiknya yang unik, dan tentu saja, keindahan bahasanya,” tutur Dubes Muliaman.Menurut dia, seiring dengan tumbuh dan kuatnya hubungan ekonomi antara Swiss dan Indonesia, bahasa telah menjadi salah satu unsur budaya yang merekatkan kedua negara.Minat terhadap bisnis di Indonesia telah meningkat di Swiss sejak ditandatanganinya perjanjian perdagangan bebas dalam kerangka IE-CEPA (Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement) beberapa waktu lalu. Hal ini mendorong para pelaku bisnis untuk belajar Bahasa Indonesia guna memahami bisnis di Indonesia dengan lebih baik, ungkapnya.Selain itu, hubungan budaya dan pendidikan juga menjadi faktor pendorong bagi warga Swiss untuk belajar Bahasa Indonesia, katanya.“Pemelajar BIPA di Swiss memiliki motivasi belajar Bahasa Indonesia yang beragam, antara lain ingin mengadakan penelitian di Indonesia, ingin dapat berkomunikasi dengan keluarga yang berbahasa Indonesia, ingin berkeliling Indonesia, atas dasar kecintaan terhadap Indonesia, bahkan ada yang berpendapat bahwa Bahasa Indonesia memberikan kedamaian dan kebahagiaan,” tambahnya.Penyelenggaraan kelas BIPA telah menjadi program unggulan diplomasi budaya KBRI Bern. Program ini tidak hanya sejalan dengan fokus Pemerintah RI dalam mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional, namun juga mempromosikan Indonesia secara keseluruhan, termasuk di bidang sosial dan ekonomi.Program BIPA KBRI Bern juga merupakan capaian kedutaan besar tersebut yang mampu menunjang keberhasilan perjanjian dagang Indonesia-Swiss dalam kerangka EFTA (The European Free Trade Association) CEPA dan keberhasilan bidang politik dalam bentuk perjanjian Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal Assistance (MLA).Diikuti oleh kurang lebih 40 peserta, kelas BIPA KBRI Bern kelima ini berlangsung mulai 5 September hingga 16 Desember 2022.Tahun ini, KBRI Bern menyelenggarakan lima BIPA, yaitu kelas pemula (BIPA-1) hingga kelas menengah (BIPA-5).KBRI Bern telah mencatat total 250 pemelajar BIPA yang ada di Swiss sejak tahun 2020.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti: Biaya pertanian Indonesia lebih tinggi dari negara lain
Indonesia
•
17 Feb 2022

Kapasitas terpasang energi baru dan terbarukan Indonesia naik 217,7 MW pada semester I 2024
Indonesia
•
05 Aug 2024

Mahasiswa UMJ gunakan Student Corner untuk promosikan produk mereka
Indonesia
•
08 Apr 2024

Opini – Faktor Islam dalam diplomasi Indonesia terhadap krisis kemanusiaan Rohingya
Indonesia
•
06 Jan 2024


Berita Terbaru

Menhub Dudy: Sejumlah Bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali dibuka
Indonesia
•
07 Sep 2026

Kemenag, Baznas, dan LAZ kolaborasi sertifikasi profesi SDM zakat
Indonesia
•
08 Sep 2026

Pendaftaran beasiswa zakat Indonesia diperpanjang hingga 14 Sept
Indonesia
•
08 Sep 2026

Penasehat FAI Aat Surya Safaat apresiasi ‘Sudut Pandang Award 2026’
Indonesia
•
06 Sep 2026
