Ramadan – ‘Ramadan iftar gathering’ OIC Youth Indonesia perkuat harmoni dunia Islam

Kedutaan Besar Republik Azerbaijan untuk Indonesia bersama OIC Youth Indonesia dan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar ‘Ramadan Iftar Gathering’ pada Kamis sore (6/3) di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, sebagai momentum mempererat hubungan persahabatan sekaligus memperkuat nilai toleransi dan harmoni di dunia Islam. (Foto: Istimewa)
‘Ramadan Iftar Gathering’diharapkan dapat mempererat kolaborasi antara komunitas pemuda, lembaga dakwah, serta mitra internasional dalam mendorong terciptanya perdamaian, toleransi, dan harmoni di dunia Islam.
Jakarta (Indonesia Window) – Kedutaan Besar Republik Azerbaijan untuk Indonesia bersama OIC Youth Indonesia dan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar ‘Ramadan Iftar Gathering’ sebagai momentum mempererat hubungan persahabatan sekaligus memperkuat nilai toleransi dan harmoni di dunia Islam.
Acara yang mengusung tema ‘Strengthening Connectivity and Values-Based Smart Power for Tolerance and Harmony in the Islamic World (Memperkuat Konektivitas dan Berbasis Nilai Kekuatan Cerdas untuk Toleransi dan Harmoni di Dunia Islam)’ itu diselenggarakan pada Kamis sore (6/3) di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Ramil Rzayev, Presiden OIC Youth Indonesia Astrid Nadya Rizqita, Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin, serta Dewan Pembina OIC Youth Indonesia Beni Pramula.
Hadir pula sejumlah tokoh diplomasi dan masyarakat, di antaranya Husnan Bey Fanani yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Azerbaijan periode 2016–2020 serta Bunyan Saptomo yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Bulgaria dan Albania.
Dalam sambutannya, Presiden OIC Youth Indonesia Astrid Nadya Rizqita menekankan, Ramadan bukan sekadar bulan menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan harmoni.
“Ramadan sering dipahami sebagai bulan puasa. Namun pada hakikatnya, Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, bulan kejernihan, penyelarasan kembali, dan refleksi. Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi sebuah disiplin yang membantu kita kembali fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, tema kegiatan tersebut mencerminkan keyakinan harmoni di dunia Islam yang perlu terus diperkuat melalui interaksi dan kerja sama lintas komunitas.
“Tema pertemuan ini mencerminkan keyakinan bahwa harmoni bukan sesuatu yang otomatis kita miliki, tetapi sesuatu yang harus secara sadar kita perkuat dan pelihara bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Muchamad Arifin menjelaskan, LDK PP Muhammadiyah berfokus pada penguatan dakwah komunitas yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil.
“Dakwah Muhammadiyah tidak hanya di mimbar, tetapi juga di luar mimbar. Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk melakukan outreach dakwah hingga ke daerah-daerah terpencil,” ujarnya.
Ia menambahkan, forum buka puasa bersama seperti ini menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi serta membangun hubungan antar komunitas.
“Forum buka puasa bersama ini menjadi wadah untuk saling mengenal dan memperkuat jaringan kebersamaan,” katanya.
Arifin juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk kawasan timur seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur.
“Perguruan Tinggi Muhammadiyah telah hadir di Sorong, Papua, serta di Nusa Tenggara Timur. Banyak sekolah Muhammadiyah di daerah tersebut bahkan memiliki siswa mayoritas non-Muslim, sekitar 85 persen. Ini menunjukkan bahwa pendidikan Muhammadiyah terbuka bagi semua kalangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina OIC Youth Indonesia Beni Pramula menyampaikan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan baik antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
“Forum seperti ini bukan hanya buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan persahabatan dan memperkuat kerja sama antarnegara anggota OKI, termasuk antara Indonesia dan Azerbaijan,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat antarnegara serta menjaga kesinambungan hubungan diplomatik di masa depan.
Dalam konteks hubungan Indonesia dan Azerbaijan, terdapat pula narasi sejarah yang menunjukkan bagaimana dunia Islam sejak lama saling terhubung.
Sejumlah kajian akademik, termasuk yang dibahas oleh peneliti Azerbaijan Zaur Aliyev, mengemukakan hipotesis bahwa Maulana Malik Ibrah* salah satu tokoh Wali Songo yang dikenal sebagai Sunan Gresik memiliki keterkaitan dengan kawasan Kaukasus, termasuk wilayah Azerbaijan saat ini.
Narasi tersebut menjadi salah satu pengingat, hubungan antara masyarakat di dunia Islam telah terjalin sejak berabad-abad lalu melalui jaringan perdagangan, dakwah, dan pertukaran budaya.
Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia H.E. Ramil Rzayev menyampaiakn apresiasi dan terima kasih kepada OIC Youth Indonesia atas terselenggaranya ‘Ramadan Iftar Gathering’ yang didukung penuh oleh Kedutaan Besar Azerbaijan di Indonesia.
Ke depan, Azerbaijan juga akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam pada 2026 ini yang akan mempertemukan para kepala negara anggota OKI.
Selain itu, Azerbaijan selama ini memainkan peran penting dalam ekosistem OKI, khususnya dalam mendorong partisipasi dan diplomasi kepemudaan.
Negara tersebut antara lain pernah menjadi tuan rumah Sidang Umum pertama Islamic Cooperation Youth Forum serta aktif mendukung berbagai institusi regional OKI.
Melalui kegiatan ‘Ramadan Iftar Gathering’ ini, para peserta juga berdiskusi mengenai pentingnya memperkuat konektivitas antar pemuda Muslim dari berbagai negara serta peran organisasi masyarakat sipil dalam membangun diplomasi berbasis nilai.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat kolaborasi antara komunitas pemuda, lembaga dakwah, serta mitra internasional dalam mendorong terciptanya perdamaian, toleransi, dan harmoni di dunia Islam.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Presiden Jokowi akan hadiri KTT G7 dan temui pemimpin Rusia-Ukraina
Indonesia
•
26 Jun 2022

Kemenag, Yayasan Khalifa UEA sinergi majukan pendidikan Islam
Indonesia
•
19 Nov 2025

Korban tewas kejadian Al Khoziny jadi 61 orang, 17 teridentifikasi
Indonesia
•
07 Oct 2025

ASEAN janji perkuat konektivitas pembayaran regional dan penggunaan mata uang lokal
Indonesia
•
12 May 2023
Berita Terbaru

Semua langkah pemerintah untuk lanjutkan dukugan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina
Indonesia
•
05 Mar 2026

Obituari - Pengabdian panjang Alm. Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno untuk bangsa dan negara
Indonesia
•
03 Mar 2026

Wawancara – Prof. Hikmahanto: AS, Israel perangi Iran untuk tumbangkan pemerintahan
Indonesia
•
01 Mar 2026

Ramadan 1447 H – Cara mengubah nasib di malam Lailatul Qodar
Indonesia
•
02 Mar 2026
