Mendarat miring, baterai wahana pendarat Bulan Odysseus bertahan hingga 20 jam lebih

Foto yang disediakan oleh Intuitive Machines ini menunjukkan wahana pendarat Odysseus milik perusahaan tersebut dengan latar belakang Bumi pada 16 Februari 2024. (Xinhua/Intuitive Machines)
Wahana pendarat nirawak Odysseus milik perusahaan Amerika Serikat Intuitive Machines, berhasil mendarat di Kutub Selatan Bulan pada Kamis (22/2) lalu, menandai wahana antariksa AS pertama yang mendarat di permukaan Bulan dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Pengendali penerbangan terus berkomunikasi dengan Odysseus, wahana pendarat Bulan pertama milik perusahaan Amerika Serikat (AS) Intuitive Machines, pada Selasa (27/2) pagi waktu setempat, dan baterai wahana pendarat itu dapat bertahan selama 10 hingga 20 jam ke depan, ungkap perusahaan tersebut pada Selasa.Wahana pendarat nirawak ini berhasil mendarat di Kutub Selatan Bulan pada Kamis (22/2) lalu, menandai wahana antariksa AS pertama yang mendarat di permukaan Bulan dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun.Meski Odysseus berhasil mendarat di permukaan Bulan, analisis data yang dilakukan oleh para insinyur penerbangan menunjukkan bahwa pesawat antariksa berkaki enam itu tersandung oleh kakinya sendiri saat pendaratan terakhirnya, menurut perusahaan tersebut.Salah satu kaki pendaratan dari wahana pendarat itu diyakini tersangkut di permukaan Bulan yang tidak rata, dan mendarat dengan posisi miring.Pengendali Penerbangan terus berkomunikasi dengan Odysseus pada Selasa pagi waktu setempat, dan Odysseus secara efisien mengirimkan muatan data sains dan citra-citra untuk memajukan tujuan dari misi perusahaan tersebut, kata Intuitive Machines dalam sebuah cuitan di sosial media X."Pengendali penerbangan sedang mengerjakan penentuan akhir masa pakai baterai pada wahana pendarat itu, yang dapat bertahan selama 10 hingga 20 jam ke depan," ujar perusahaan itu.Odysseus mengangkut program sains NASA (NASA science) dan muatan komersial lainnya ke Bulan.Misi pendaratan di Bulan terakhir AS dilakukan pada Desember 1972 silam, ketika Apollo 17 mendarat di permukaan Bulan untuk misi terakhir Program Apollo.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Tumbuhan langka dan terancam punah ditanam kembali di area Waduk Tiga Ngarai, China
Indonesia
•
14 Mar 2024

Menilik penerapan konsep rendah karbon di WAFI 2024, mulai dari ‘plantable leaflet’ sampai makanan ‘plant-based’
Indonesia
•
15 Oct 2024

Peneliti identifikasi 275 juta varian genetik baru
Indonesia
•
21 Feb 2024

Ilmuwan temukan tabung nano karbon berdinding tunggal dan karbon grafit di sampel Bulan Chang'e-6
Indonesia
•
21 Jan 2026
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
