
Wahana pendarat Bulan milik swasta AS berstatus aktif usai pendaratan bersejarah

Foto yang disediakan oleh Intuitive Machines ini menunjukkan wahana pendarat Odysseus miliknya dengan latar belakang Bumi pada 16 Februari 2024. (Xinhua/Intuitive Machines)
Wahana pendarat Bulan pertama milik perusahaan Amerika Serikat (AS), Intuitive Machines, berstatus aktif dan dalam kondisi baik setelah melakukan pendaratan bersejarah di Bulan pada 22 Februari 2024.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Wahana pendarat Bulan pertama milik perusahaan Amerika Serikat (AS), Intuitive Machines, berstatus aktif dan dalam kondisi baik setelah melakukan pendaratan bersejarah di Bulan pada Kamis (22/2), kata perusahaan itu dalam pembaruannya pada Jumat (23/2).Wahana pendarat nirawak itu, yang diberi nama Odysseus, mendarat di Kutub Selatan Bulan pada Kamis pukul 18.23 Eastern Time atau Jumat pukul 06.23 WIB, menjadi pesawat luar angkasa AS pertama yang mendarat di permukaan Bulan setelah lebih dari 50 tahun."Pengendali penerbangan berkomunikasi dan memerintahkan wahana tersebut untuk mengunduh data sains. Wahana pendarat ini memiliki telemetri yang baik dan pengisian daya dengan tenaga surya," cuit Intuitive Machines pada Jumat.Setelah wahana pendarat tersebut mendarat di permukaan Bulan, pengendali penerbangan telah memastikan Odysseus dalam keadaan tegak lurus dan mulai mengirimkan data. Intuitive Machines mengatakan tim misinya sedang berupaya melakukan downlink citra-citra pertama dari permukaan Bulan.Odysseus membawa muatan sains NASA dan muatan komersial lainnya ke Bulan.Sebelum ini, misi pendaratan AS di Bulan terjadi pada Desember 1972, ketika Apollo 17 mendarat di permukaan Bulan dalam misi terakhir Program Apollo.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Teknologi EMG sukses uji orbit, jadi langkah besar untuk bangun rumah sakit antariksa
Indonesia
•
01 Jul 2026

El Nino makin menggila! Fluktuasi suhu Pasifik kini 36 persen lebih kuat
Indonesia
•
29 Aug 2026

Bencana kegagalan teknologi global ganggu perjalanan udara AS selama empat hari beruntun
Indonesia
•
25 Jul 2024

Studi ungkap kekeringan kilat terjadi lebih sering di masa depan yang lebih hangat
Indonesia
•
08 May 2023


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
