
China berhasil lakukan bedah mata mikron jarak jauh melalui jaringan 5G

Sejumlah dokter mengajarkan pengetahuan tentang perlindungan kesehatan mata kepada anak-anak di Yinchuan, Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut, pada 28 Mei 2022. (Xinhua/Ai Fumei)
Operasi mata mikron jarak jauh di Provinsi Hainan, China selatan, berhasil memanfaatkan jaringan 5G dengan bantuan sebuah robot bedah yang dapat menyimulasikan dan menggantikan operasi manual, mengeliminasi faktor getaran dan tremor pada tangan manusia, serta melakukan operasi bedah berpresisi tinggi di tengah keterbatasan waktu dan ruang.
Beijing, China (Xinhua) – China berhasil melakukan operasi mata mikron jarak jauh yang memanfaatkan jaringan 5G dengan bantuan sebuah robot bedah di Provinsi Hainan, China selatan, menurut harian China Science Daily pada Rabu (2/8).Operasi itu dilakukan pada 23 Juni dan dikonfirmasi aman dan stabil usai observasi pascaoperasi selama sebulan, ujar Lin Haotian, profesor di Pusat Oftalmologi Zhongshan Universitas Sun Yat-Sen.Operasi mata membutuhkan tingkat presisi dan stabilitas yang tinggi dari dokter spesialis mata. Kendati demikian, getaran dan tremor fisiologis pada tangan manusia membuat operasi di level mikron masih dianggap sulit untuk dilakukan.Robot bedah itu dapat menyimulasikan dan menggantikan operasi manual, mengeliminasi faktor getaran dan tremor pada tangan manusia, serta melakukan operasi bedah berpresisi tinggi di tengah keterbatasan waktu dan ruang berkat teknologi komunikasi jarak jauh 5G.Berkat bantuan komunikasi 5G dan teknologi pencitraan mikro-stereoskopik berdefinisi ultratinggi (ultra-high-definition/UHD), dokter spesialis mata dapat memperoleh gambar bedah mikro jarak jauh UHD dengan waktu tunda rendah (low-delay) secara waktu nyata (real time), sehingga operasi bedah menjadi lebih akurat, papar Lin.Robot bedah mata mikron itu dikembangkan bersama oleh sejumlah institusi seperti Pusat Oftalmologi Zhongshan dan Fakultas Ilmu dan Teknik Komputer Universitas Sun Yat-sen.Keberhasilan operasi mata mikron jarak jauh 5G itu menunjukkan bahwa layanan medis jarak jauh dapat diandalkan untuk mendorong pengembangan oftalmologi yang seimbang dan memadai di seluruh China dan mengatasi distribusi sumber daya medis berkualitas tinggi yang tidak merata.Tim peneliti tersebut berjanji untuk memperkenalkan metode bedah ini dalam lebih banyak skenario penerapan di seluruh China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sistem peringatan dini cegah konflik manusia dan gajah di Provinsi Yunnan, China
Indonesia
•
15 Jun 2023

Kapal pelacak antariksa China angkat sauh untuk misi baru
Indonesia
•
19 Dec 2022

China berada di garis terdepan dalam ekspor sepeda pintar
Indonesia
•
26 Jul 2023

PBB konfirmasi 48,8 derajat Celsius sebagai suhu tertinggi yang pernah tercatat di Eropa
Indonesia
•
31 Jan 2024


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
