Usai roket New Glenn meledak, Blue Origin ubah strategi peluncuran demi kembali terbang tahun ini

Gambar tangkapan layar yang diambil dari video siaran langsung yang dirilis Blue Origin pada 20 Juli 2021 ini menunjukkan wahana antariksa Blue Origin, New Shepard, di lokasi uji cobanya di Texas, Amerika Serikat. (Xinhua/Blue Origin)

Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan kedirgantaraan swasta Amerika Serikat (AS), Blue Origin, pada Selasa (30/6) mengatakan bahwa pihaknya akan mengadopsi konsep peluncuran hibrida horizontal-vertikal untuk roket angkut berat New Glenn miliknya saat roket itu berupaya untuk melanjutkan penerbangannya pada tahun ini.

CEO Blue Origin, Dave Limp, mengatakan di platform media sosial X bahwa perusahaan itu tidak akan membangun kembali Kompleks Peluncuran 36 yang rusak di Negara Bagian Florida, AS, ke konfigurasi sebelumnya usai terjadi anomali besar saat uji coba pembakaran (hot-fire test) mesin New Glenn pada 28 Mei.

Roket New Glenn meledak di landasan peluncuran saat uji coba pembakaran di Cape Canaveral Space Force Station di Florida.

Limp mengatakan penyelidikan terhadap anomali tersebut masih berlangsung, dengan analisis awal mengarah pada bagian belakang roket tahap pertama (first stage).

Dia mengatakan bahwa untuk mengembalikan New Glenn ke penerbangan tahun ini, Blue Origin tidak akan membangun kembali landasan yang sama, tetapi akan beralih ke konfigurasi hibrida horizontal-vertikal, sebuah konsep baru yang memiliki manfaat tambahan berupa peningkatan frekuensi peluncuran.

Blue Origin merupakan mitra komersial utama dalam program Bulan Artemis dari NASA.

Ledakan saat uji coba pada Mei itu dapat menunda misi-misi New Glenn di masa mendatang dan berpotensi memengaruhi jadwal beberapa misi NASA dalam eksplorasi Bulan, menurut sejumlah laporan media.   

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait