
NASA tunjuk tiga perusahaan untuk bangun pangkalan bulan, empat misi diluncurkan hingga 2028

Foto yang diunggah pada 29 Agustus 2024 ini menunjukkan pesawat luar angkasa Boeing Starliner melakukan penambatan (docking) ke porta depan modul Harmony di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). (Sumber: NASA)
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – NASA pada Selasa (30/6) mengumumkan tiga perusahaan telah dipilih untuk melaksanakan empat misi baru ke Bulan pada akhir 2028 sebagai bagian dari Program Pangkalan Bulan (Moon Base Program) miliknya.
Ketiga perusahaan tersebut, yaitu Astrobotic, Firefly Aerospace, dan Intuitive Machines, akan mengirimkan muatan ilmiah NASA ke permukaan Bulan, seiring upaya badan antariksa itu untuk mendirikan pangkalan terdepan pertamanya di benda langit lain.
Menurut NASA, Astrobotic telah menerima kontrak senilai 297,9 juta dolar AS untuk dua kali pengiriman, sementara Firefly Aerospace akan menerima 144,2 juta dolar AS dan Intuitive Machines senilai 148,3 juta dolar AS yang masing-masing untuk satu kali pengiriman.
*1 dolar AS = 17.899 rupiah
Setiap misi akan menggunakan versi yang telah ditingkatkan dari desain wahana pendarat (lander) Bulan yang diterbangkan sebelumnya guna mendukung peningkatan frekuensi pelaksanaan misi ke Bulan.
Setiap pengiriman akan membawa tiga muatan NASA ke permukaan Bulan, termasuk Kamera Stereo untuk Studi Permukaan Semburan Bulan (Stereo Camera for Lunar Plume Surface Studies), Larik Retroreflektor Laser (Laser Retroreflector Array), dan Spektrometer Transfer Energi Linear (Linear Energy Transfer Spectrometer).
NASA menyebutkan pemberian kontrak yang baru diumumkan tersebut akan memainkan peran penting dalam membangun infrastruktur bagi operasi-operasi di permukaan Bulan.
"Dengan menerbangkan instrumen ilmiah yang sama pada beberapa wahana pendarat, kami akan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai potensi bahaya saat pendaratan serta membangun jaringan global yang terdiri dari data lingkungan serta penanda lokasi di Bulan," tutur Joel Kearns, deputy associate administrator bidang eksplorasi di Direktorat Misi Sains NASA.
NASA tengah mengembangkan Program Pangkalan Bulan, sebuah inisiatif eksplorasi dan infrastruktur Bulan jangka panjang yang dirancang untuk memungkinkan keberadaan manusia secara berkelanjutan serta memperluas aktivitas ilmiah dan komersial di permukaan Bulan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China buat robot ikan yang bisa makan mikroplastik
Indonesia
•
20 Jul 2022

Jalan kota kuno terpanjang ditemukan di situs ibu kota China kuno yang berumur 3.000 tahun
Indonesia
•
31 Dec 2024

China luncurkan platform numerik satelit meteorologi yang terintegrasi
Indonesia
•
16 Nov 2024

Orang bertubuh tinggi punya risiko lebih besar idap beragam penyakit
Indonesia
•
03 Jun 2022


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
