
Sel pendengaran yang rusak ternyata bisa diregenerasi, ini temuan terbaru para ilmuwan

Ilustrasi. (Mark Paton on Unsplash)
Kehilangan pendengaran sering kali disebabkan oleh kerusakan pada sel rambut kecil di koklea telinga bagian dalam, yang berfungsi mendeteksi suara dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang ditransmisikan ke otak.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti Israel dan Amerika Serikat mengidentifikasi sebuah mekanisme biologis unik yang dapat memungkinkan regenerasi sel rambut sensorik di telinga bagian dalam, menawarkan harapan bagi jutaan orang yang mengalami kehilangan pendengaran permanen, seperti disampaikan Universitas Tel Aviv dalam sebuah pernyataan pada Senin (29/6).
Kehilangan pendengaran sering kali disebabkan oleh kerusakan pada sel rambut kecil di koklea telinga bagian dalam, yang berfungsi mendeteksi suara dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang ditransmisikan ke otak. Tidak seperti banyak spesies lain, mamalia, termasuk manusia, tidak mampu meregenerasi sel-sel tersebut setelah rusak, sehingga kehilangan pendengaran menjadi permanen.
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Science Advances, tim peneliti itu menggunakan pencitraan jaringan hidup dan analisis sel tunggal untuk memeriksa sel-sel pendukung yang berada di sebelah sel rambut sensorik telinga.
Mereka meneliti apakah sel-sel pendukung ini dapat didorong untuk menggantikan sel pendengaran yang rusak dengan memblokir jalur pensinyalan Notch, sebuah sistem komunikasi sel utama.
Intervensi tersebut mendorong sekelompok kecil sel pendukung untuk bertransformasi menjadi sel rambut, yang sangat penting bagi pendengaran, sehingga menunjukkan bahwa sel-sel ini mungkin memiliki kemampuan alami untuk beregenerasi dalam kondisi yang tepat.
Tim peneliti itu mengatakan bahwa temuan tersebut dapat membantu menghasilkan perawatan baru yang bertujuan untuk memulihkan pendengaran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

SpaceX luncurkan 47 satelit internet Starlink ke luar angkasa
Indonesia
•
04 Mar 2022

Rusia targetkan pembangunan PLTN di Bulan dalam 5-7 tahun
Indonesia
•
20 Mar 2026

Keanekaragaman hayati di Danau Taihu China terus alami peningkatan
Indonesia
•
14 Dec 2023

Fokus Berita – Misi Chang'e-6 tunjukkan tekad China dalam jalankan kerja sama antariksa internasional
Indonesia
•
09 Jun 2024


Berita Terbaru

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026

Jika es Antarktika menyusut, seberapa tinggi laut akan naik? Ilmuwan siapkan survei besar
Indonesia
•
08 Sep 2026

‘Power bank’ jadi tenaga eksoskeleton, teknologi ini bantu gerak hingga 35 persen
Indonesia
•
07 Sep 2026

Hongaria kucurkan 1,7 triliun rupiah untuk hutan baru, jutaan pohon bakal ditanam hingga 2030
Indonesia
•
06 Sep 2026
