
Landasan peluncuran Blue Origin mungkin tidak akan pulih hingga 2028

Gambar tangkapan layar yang diambil dari video siaran langsung yang dirilis Blue Origin pada 20 Juli 2021 ini menunjukkan wahana antariksa Blue Origin, New Shepard, di lokasi uji cobanya di Texas, Amerika Serikat. (Xinhua/Blue Origin)
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Landasan peluncuran yang rusak akibat ledakan roket New Glenn Blue Origin baru-baru ini dalam uji penyalaan bakar panas kemungkinan tidak akan dipulihkan hingga 2028, kata Administrator NASA Jared Isaacman pada Senin (1/6).
Ledakan tersebut terjadi pada Kamis (28/5) sekitar pukul 21.00 Waktu Timur (Eastern Time) atau Jumat (29/5) pukul 08.00 WIB di Kompleks Peluncuran 36, yang berlokasi di Stasiun Angkatan Antariksa Cape Canaveral di Florida. Fasilitas tersebut saat ini merupakan satu-satunya landasan peluncuran yang beroperasi dan memiliki kemampuan untuk mendukung roket New Glenn milik Blue Origin.
Dalam wawancara dengan CNBC, Isaacman mengatakan bahwa jangka waktu 2028 "masih dalam lingkup" kemungkinan untuk pemulihan landasan peluncuran yang rusak.
"Kami semua sedang menyusun rencana yang pada dasarnya memiliki tujuan ingin melihat Blue Origin sukses besar," kata Isaacman. "Jadi, pemulihan, mengembalikan fungsi landasan peluncuran, menyediakan keahlian di bidang terkait, tentunya analisis akar penyebab. Mari kita cari tahu apa yang rusak, kemudian kita harus terus bergerak maju."
CEO Blue Origin Dave Limp mengatakan di platform media sosial X bahwa perusahaan tersebut telah kembali memperoleh akses terbatas ke Kompleks Peluncuran 36 dan secara aktif menyelidiki anomali yang terjadi saat uji penyalaan statis tersebut.
"Kami akan segera mulai membersihkan landasan peluncuran dan menyiapkan rencana pembangunan kembali yang baik," kata Limp.
Ledakan tersebut dapat menunda misi-misi New Glenn berikutnya dan dapat memengaruhi jadwal sejumlah misi eksplorasi Bulan NASA, mengingat Blue Origin merupakan mitra komersial utama dalam program Artemis NASA untuk eksplorasi Bulan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti temukan mikroplastik di plasenta ibu
Indonesia
•
28 Dec 2020

Penelitian: Obat HIV bantu kembalikan memori lansia
Indonesia
•
30 May 2022

UGM jalin kerja sama riset geofisika dengan dua perguruan tinggi China
Indonesia
•
24 May 2024

WWF: Dua pertiga populasi satwa liar dunia menurun sejak 1970
Indonesia
•
11 Sep 2020


Berita Terbaru

TECH_SAS Indonesia raih gelar juara di Singapore AUV Challenge 2026
Indonesia
•
02 Jun 2026

Senjata baru Indonesia hadapi tsunami, kirim peringatan kurang dari 5 menit
Indonesia
•
01 Jun 2026

Migrasi manusia dari Afrika ke Nusantara diduga lewat jaringan sungai purba Paparan Sunda
Indonesia
•
01 Jun 2026

Siapa leluhur orang Indonesia? Peneliti temukan petunjuk penting di Sumatra dan Kalimantan
Indonesia
•
01 Jun 2026
