
Ukiran batu prasejarah berusia 23.000 tahun ditemukan di Situs Warisan UNESCO di Portugal

Lisbon, Portugal (Xinhua/Indonesia Window) – Tim arkeolog menemukan beberapa ukiran batu prasejarah yang diperkirakan berusia lebih dari 23.000 tahun di Taman Arkeologi Lembah Coa, Portugal, menurut laporan kantor berita Lusa pada Ahad (5/7).
Temuan ini didapat di formasi batuan yang dikenal sebagai ‘Batu 9’ (Rock 9) di situs arkeologi Fariseu, menurut laporan yang mengutip para peneliti tersebut.
Di situs itu, pekerjaan penggalian dimulai pada 2020 dan pada tahun yang sama ditemukan ukiran aurochs (Bos primigenius) terbesar di dunia, ukiran banteng liar sepanjang 3,5 meter di atas batu sekis, papar laporan lebih lanjut.
Dua ukiran baru dengan kondisi utuh juga ditemukan, bersama dengan beberapa ukiran lain yang masih diteliti, sehingga jumlah total motif ukiran batu yang tercatat di Batu 9 menjadi 40.
Ukiran-ukiran baru ini termasuk dalam periode Solutrean, sebuah tahapan budaya Paleolitikum Atas yang menjadi ciri khas Eropa Barat dan Semenanjung Iberia, yang secara umum diperkirakan berasal dari periode antara 20.000 hingga 15.000 SM.
Situs Fariseu merupakan bagian dari Taman Arkeologi Lembah Coa, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang mencakup area seluas 20.000 hektare di distrik Guarda dan Braganca.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Teknologi pemuliaan padi China dorong pengembangan pertanian Asia dan Afrika
Indonesia
•
04 May 2023

‘Bengkel’ giok dan batu berusia lebih dari 3.400 tahun ditemukan di Reruntuhan Sanxingdui, China
Indonesia
•
24 Jul 2024

Studi terbaru ungkap anak-anak prasekolah di AS terpapar bahan kimia yang berpotensi bahaya
Indonesia
•
02 Jul 2025

Tim ilmuwan Antarktika peroleh informasi penting guna pelajari rahasia iklim yang krusial
Indonesia
•
01 Feb 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
