
Feature – Dari laboratorium pintar hingga ‘Chem-E-Car’, mahasiswa ITB belajar teknik kimia masa depan di China

Foto yang diabadikan pada 3 Juli 2026 ini menunjukkan para mahasiswa ITB Indonesia sedang mengikuti perlombaan teknologi Chem-E-Car di Universitas Tianjin, Kota Tianjin, Tiongkok utara. (Xinhua)
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Di sebuah laboratorium di Fakultas Teknik Kimia dan Teknologi Universitas Tianjin di China utara, sebuah alat kromatografi gas berdengung stabil.
Instruktur bernama Qi Xiangjuan menjelaskan prosedur utama pengoperasian alat tersebut dalam bahasa Inggris, sementara para mahasiswa asal Indonesia berkumpul di sekeliling meja laboratorium, mencatat dengan saksama dan sesekali mengajukan pertanyaan.
Zat-zat kimia yang mengalir melalui peralatan gelas tersebut menghubungkan pemuda dari kedua negara dalam upaya bersama mereka di bidang teknik kimia ramah lingkungan.
Baru-baru ini, sebanyak 26 anggota fakultas dan mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Indonesia berkunjung ke Universitas Tianjin untuk mengikuti Kamp Musim Panas Internasional Bidang Teknik Kimia untuk Masa Depan yang Berkelanjutan (International Summer Camp on Chemical Engineering for a Sustainable Future) selama dua pekan.
Dengan berfokus pada tujuan karbon ganda (Dual Carbon, singkatan dari puncak emisi karbon dan netralitas karbon) China, kamp musim panas ini bertujuan untuk menampilkan keahlian dan kemampuan China di bidang teknik kimia dalam mengatasi tantangan yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030.
Sejak kamp tersebut dibuka, para peserta telah mengikuti delapan kuliah tentang topik-topik akademis mutakhir, mengunjungi sejumlah laboratorium, melakukan eksperimen secara langsung, dan mengikuti kunjungan studi ke sejumlah kawasan industri, dengan jadwal kegiatan yang intensif dan bermanfaat.
Bidang-bidang mutakhir, seperti penangkapan karbon (carbon capture), katalisis untuk energi hidrogen, dan pemisahan membran, semuanya berkaitan erat dengan transisi hijau dan rendah karbon, serta sejalan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Instrumen dan peralatan canggih yang terdapat di laboratorium-laboratorium tersebut terbukti memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi para anggota fakultas dan mahasiswa Indonesia.
Putu Pradnya Paramita Wibawa, seorang mahasiswa tingkat tiga yang penelitiannya berfokus pada katalis, terkesan setelah mengikuti eksperimen kromatografi gas.
"Di ITB, alat kromatografi gas kami masih sebagian besar dioperasikan secara manual. Di sini, sistem injeksi sampel otomatis, berbagai macam reaktor, dan platform yang sepenuhnya terdigitalisasi benar-benar membuat saya kagum. Saya sangat ingin mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan peralatan seperti ini," katanya.
Albert Jhonatan Wellson Sinaga, seorang mahasiswa tingkat dua, sangat terkesan dengan eksperimen simulasi virtual dan laboratorium pintar yang dapat diakses dari jarak jauh.
"Anda dapat menyimulasikan seluruh proses eksperimental melalui komputer tanpa perlu khawatir melakukan kesalahan dalam pengoperasian aktual. Cara pembelajaran seperti ini benar-benar baru bagi saya," tuturnya.
Sebelumnya, salah satu kakak tingkatnya pernah diundang mengikuti kompetisi internasional mengenai eksperimen cerdas jarak jauh yang diselenggarakan oleh Universitas Tianjin, sehingga kesempatan untuk mencoba sistem tersebut secara langsung menjadi sangat menarik bagi Albert. "Kami berharap pertukaran ini tidak berakhir tahun ini, tetapi dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang."
Berfokus pada transisi menuju teknik kimia yang lebih ramah lingkungan dan cerdas, Fakultas Teknik Kimia dan Teknologi Universitas Tianjin mengintegrasikan pengoperasian jarak jauh berbasis cloud dengan evaluasi otomatis yang didukung kecerdasan buatan (AI), sehingga mengembangkan model yang matang untuk pembelajaran eksperimental jarak jauh dan menjadikan model tersebut tersedia di seluruh dunia sebagai sumber daya pendidikan internasional yang dapat digunakan bersama.
Dengan mengeksplorasi standar evaluasi internasional untuk eksperimen jarak jauh yang didukung AI, fakultas tersebut sedang membangun komunitas pendidikan teknik kimia internasional yang memadukan eksperimen virtual dan eksperimen fisik.
Pengalaman berkesan lainnya bagi para mahasiswa adalah kompetisi 'Chem-E-Car'. Mahasiswa Universitas Tianjin membentuk tim dengan rekan-rekan mereka dari Indonesia untuk mengoperasikan mobil-mobil kecil yang digerakkan oleh reaksi kimia. Mereka bersaing untuk melihat mobil siapa yang dapat berhenti paling dekat dengan garis finis. Semua orang menahan napas sebelum perlombaan dimulai, dan sorak-sorai pun pecah ketika mobil-mobil tersebut melewati garis finis.
"Sebelumnya, saya hanya mempelajari kinetika reaksi dari buku teks. Baru setelah mempraktikkannya sendiri, saya menyadari betapa pentingnya kontrol parameter. Perpaduan antara teknik kimia dan kontrol otomatis sangat menarik," kata seorang mahasiswa Indonesia.
Konsep di balik mobil-mobil tersebut, yang menggunakan reaksi kimia sebagai sumber tenaga dan beroperasi tanpa menghasilkan emisi karbon, menjadi gambaran nyata dalam skala kecil mengenai teknik kimia ramah lingkungan.
Tianjin merupakan tempat lahirnya industri kimia modern China. Acara kamp musim panas tersebut juga mencakup serangkaian kunjungan studi yang dirancang secara cermat.
Di Institut Riset Industri Kimia Huanghai milik Tianjin Bohai Chemical Industry Group, para anggota fakultas dan mahasiswa dari Indonesia mempelajari sejarah satu abad Jiu Da Fine Salt Company dan Pabrik Soda Yongli yang didirikan oleh Fan Xudong.
Mulai dari produksi abu soda tradisional hingga bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan, baterai ion seng yang aman, dan resin ABS transparan, transformasi industri kimia China menuju produksi yang lebih ramah lingkungan, bernilai tambah lebih tinggi, dan lebih terspesialisasi dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh para pengunjung dari Indonesia.
Pada awal 2026, sebuah delegasi yang dipimpin oleh dekan yang membidangi teknik kimia di ITB mengunjungi Universitas Tianjin dan memberikan apresiasi tinggi terhadap alat pengajaran eksperimental yang dikembangkan secara mandiri oleh universitas tersebut serta sistem pengajaran praktis yang telah mapan. Hanya dalam beberapa bulan, kedua universitas menandatangani perjanjian kerja sama tingkat fakultas dan perjanjian pertukaran mahasiswa, serta bersama-sama merancang acara kamp musim panas.
Wakil Dekan Fakultas Teknik Kimia dan Teknologi Universitas Tianjin Wang Jun mengatakan fakultas tersebut telah membangun sistem pendidikan komprehensif berbahasa Inggris bagi mahasiswa internasional di jenjang sarjana, magister, dan doktoral pada 2015. Program teknik kimianya juga menjadi yang pertama di China yang tiga kali memperoleh akreditasi internasional tingkat tertinggi dari Institution of Chemical Engineers (IChemE).
"Sebagai salah satu jurusan teknik kimia terkemuka di China, kami memiliki tanggung jawab untuk berbagi sumber daya pendidikan berkualitas tinggi, berkontribusi pada kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra, serta menghadirkan keahlian China bagi pembangunan hijau dan berkelanjutan di dunia," kata Wang.
Kedua universitas kini telah menyelesaikan pembahasan mengenai program baru kerja sama mahasiswa, sementara sejumlah tim peneliti telah menjalin kontak awal.
ITB juga secara jelas telah menyatakan keinginannya untuk bekerja sama dengan Universitas Tianjin dalam bidang pengajaran eksperimental dan mengundang anggota fakultas serta mahasiswa Universitas Tianjin untuk menghadiri kamp musim panas di Indonesia, sehingga semakin memperkuat pertukaran dua arah antara kedua universitas.
"Pembangunan hijau dan berkelanjutan merupakan tujuan bersama para profesional teknik kimia di kedua negara," kata Wang Huaiyuan, pejabat Fakultas Teknik Kimia dan Teknologi Universitas Tianjin.
Dia menambahkan bahwa mendatangkan akademisi muda dari luar negeri bukan hanya tentang pertukaran pengetahuan profesional. Langkah tersebut juga membuat mereka dapat memahami pendidikan dan budaya China secara lebih baik serta menjadi jembatan bagi pertukaran antarmasyarakat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan satelit pengindraan jauh baru
Indonesia
•
09 Dec 2022

China dan negara-negara Arab perdalam kerja sama di bidang teknologi
Indonesia
•
12 Dec 2022

Penelitian: Lebah madu berasal dari Afrika, berevolusi di Asia
Indonesia
•
04 Dec 2021

Deteksi hepatitis B dapat dilakukan dengan tes tusuk jari
Indonesia
•
05 Feb 2026


Berita Terbaru

Antarktika tambah 695 miliar ton es di tengah pemanasan global, ini penyebabnya
Indonesia
•
24 Aug 2026

Kecepatan lari robot humanoid tembus 9,39 detik, lewati rekor Usain Bolt
Indonesia
•
24 Aug 2026

Setelah bertahun-tahun menyusut, massa es Antarktika mendadak bertambah 695 miliar ton, apa yang sebenarnya terjadi?
Indonesia
•
23 Aug 2026

Cahaya langsung jadi token: Terobosan cip ini bikin AI lebih cepat dan hemat energi
Indonesia
•
23 Aug 2026
