
UIN Jakarta, delegasi Qatar jajaki kerja sama akademik, pendidikan Islam

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima delegasi keagamaan dan kebudayaan Islam Qatar di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat, Rabu (28/10/2026). (Kementerian Agama RI)
Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Qatar terbuka untuk memfasilitasi program-program konkret, seperti pelatihan bahasa Arab bagi penutur non-Arab, program penguatan kapasitas keilmuan syariah bagi imam dan khatib, hingga dukungan literatur keislaman dan mushaf Al-Qur'an.
Jakarta (Indonesia Window) – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima delegasi keagamaan dan kebudayaan Islam Qatar untuk memperkuat hubungan kerja sama akademik, penguatan studi keislaman, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) antar lembaga.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat, Rabu (28/10), menurut Kementerian Agama RI dalam situs jejaringnya yang dikutip Indonesia Window pada Kamis (29/10).
Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Qatar. Ia kemudian memaparkan profil UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri terbesar di Indonesia yang menampung lebih dari 42.000 mahasiswa dari seluruh penjuru Nusantara dengan 13 fakultas.
“Pertama-tama, kami menyambut baik kehadiran Anda sekalian di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Universitas ini memiliki sekitar 42.000 mahasiswa yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia dengan 13 fakultas, mencakup ilmu humaniora, kedokteran, tarbiyah, ekonomi, serta fakultas-fakultas lainnya,” ujarnya.
Menambahkan penjelasan Rektor, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan UIN Jakarta, Din Wahid, memaparkan rekam jejak jejaring kerja sama internasional UIN Jakarta yang mencakup perguruan tinggi di kawasan Arab maupun negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Australia. Ia menegaskan keterbukaan UIN Jakarta untuk membangun kolaborasi nyata melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, serta konferensi ilmiah internasional.
“Kami memiliki berbagai program kerja sama internasional, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen hingga penelitian bersama dan konferensi tahunan yang rutin dihadiri para akademisi dari negara-negara Arab. Sangat memungkinkan bagi kita untuk bermusyawarah mengenai hal-hal konkret yang dapat kita kerjakan bersama antara UIN Jakarta dan lembaga Anda,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Assistant Director of Sheikh Abdullah bin Zaid Al Mahmoud Islamic Cultural Center, Mr. Sultan Saad Hassan Al-Badr, menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut dilaksanakan berdasarkan arahan langsung dari Menteri Wakaf dan Urusan Keislaman Qatar, H.E. Ghanem bin Shahin Al-Ghanim, untuk meninjau secara langsung kebutuhan serta potensi kolaborasi dengan institusi Islam di Indonesia.
“Kunjungan kami ini dilaksanakan berdasarkan arahan dari Yang Mulia Menteri Wakaf dan Urusan Keislaman, Bapak Ghanem bin Shahin Al-Ghanim, untuk meninjau secara langsung kebutuhan saudara-saudara kami di Republik Indonesia dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan urusan syariat dan keagamaan, para imam, khatib, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa pihak kementerian terbuka untuk memfasilitasi program-program konkret, seperti pelatihan bahasa Arab bagi penutur non-Arab, program penguatan kapasitas keilmuan syariah bagi imam dan khatib, hingga dukungan literatur keislaman dan mushaf Al-Qur'an.
“Insya Allah, kita akan berdiskusi bersama mengenai hal-hal yang dapat kami kontribusikan di sini sebagai kementerian dalam mendukung dan memperkuat kerja sama yang telah terjalin antara Negara Qatar dan Republik Indonesia di bidang urusan keislaman,” terangnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, Yuli Yasin, memaparkan peluang kolaborasi akademik serta penguatan tata kelola filantropi Islam kampus melalui lembaga wakaf Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta.
“Sebelum itu, menanggapi apa yang disampaikan oleh Dr. Hamad, terdapat program pertukaran mahasiswa antara fakultas kami dengan perguruan tinggi di Timur Tengah, seperti Universitas Ez-Zitouna di Tunisia dan beberapa universitas di Maroko. Saya berharap hubungan ini dapat menjadi sarana komunikasi antara kami dengan Kementerian Pendidikan maupun universitas-universitas di Qatar,” tuturnya.
Dia menambahkan bahwa pengelolaan wakaf di UIN Jakarta dapat menjadi area kolaborasi yang produktif melalui konferensi bersama atau penguatan tata kelola lembaga wakaf.
“Kami di universitas ini juga memiliki lembaga wakaf di bawah naungan kampus bernama Social Trust Fund (STF) yang mengelola dan mengumpulkan dana wakaf serta zakat untuk menunjang kesejahteraan para dosen dan civitas akademika. Ke depan, kita dapat mengagendakan konferensi bersama atau program penguatan pengelolaan wakaf antara Negara Qatar dan Indonesia,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, Prof. Hamka, turut memaparkan pengembangan fasilitas dan potensi akademik UIN Jakarta kepada delegasi Qatar.
“Selain Kampus Utama di sini, UIN Jakarta juga memiliki Kampus lain yang menaungi fakultas-fakultas strategis seperti Kedokteran, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Ekonomi. Kami sangat terbuka untuk mengajak delegasi meninjau fasilitas serta potensi kolaborasi akademik di sana,” ungkapnya.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperluas jaringan kelembagaan internasional UIN Jakarta di kawasan Timur Tengah, memperkuat mobilitas akademisi dan mahasiswa, serta melahirkan program aksi nyata dalam bidang pendidikan keislaman dan pelayanan keagamaan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi resmi Qatar, Assistant Director of Sheikh Abdullah bin Zaid Al Mahmoud Islamic Cultural Center, Mr. Sultan Saad Hassan Al-Badr, Head of the Imams and Preachers Affairs Department, Mr. Ajian Jaber Ajeem Al-Mufreh Al-Ahbabi, Head of the Mosques Personnel Affairs Section, Mosques Department, Mr. Ali Mar'i Mohammed Al-Gharamah Al-Qahtani, serta Head of the Islamic Relations Section, Islamic Affairs Department, Mr. Majed Majed Hareb Al-Mansouri. Turut mendampingi pula tim dari Kedutaan Besar Negara Qatar di Jakarta.
Delegasi diterima secara resmi oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan, Din Wahid, M.A., Ph.D., Guru Besar Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), Prof. Dr. Hamka Hasan, Lc., M.A., Dekan FDI, Dr. Yuli Yasin, M.A., Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Ismatu Ropi, M.A., Ph.D., Staf Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) dan Staf Pusat Informasi dan Humas (PIH).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dubes RI sebut Nigeria pasar paling strategis di Afrika Barat
Indonesia
•
05 Sep 2022

Indonesia ajak Polandia dorong kolaborasi sektor-sektor unggulan
Indonesia
•
24 May 2023

TikTok Shop akhirnya ditutup di Indonesia, picu perbedaan pendapat
Indonesia
•
07 Oct 2023

Peneliti Amerika studi petani Muslim di Kerinci, temukan modernisasi pertanian berdampak pada emosi
Indonesia
•
09 Feb 2026


Berita Terbaru

‘Sharp Knife 2026’ libatkan sistem nirawak dalam latihan militer gabungan kontraterorisme China–Indonesia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kemnaker ajak serikat pekerja kawal implementasi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
•
26 Oct 2026

Menaker paparkan penguatan regulasi pelindungan pekerja di Forum Asia Pasifik
Indonesia
•
26 Oct 2026

Kemnaker buka pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK
Indonesia
•
22 Oct 2026
