
UGM gandeng dua universitas top China untuk kembangkan pendidikan dan riset

Delegasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berfoto bersama perwakilan Universitas Peking di Beijing, Tiongkok, pada 13 Oktober 2026. (Universitas Gadjah Mada/Istimewa)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kemitraan akademik dengan dua universitas terkemuka di China, yaitu Universitas Tsinghua dan Universitas Peking, melalui penjajakan kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pertukaran akademik. Upaya ini dilakukan melalui kunjungan delegasi UGM ke Beijing pada 12-13 Oktober lalu.
Rektor UGM Ova Emilia mengatakan bahwa kemitraan dengan kedua universitas tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan kerja sama akademik yang berdampak bagi Indonesia dan China.
"UGM menghargai perkembangan kerja sama dengan Universitas Peking dan Universitas Tsinghua," ujar Ova dalam keterangannya pada Rabu (21/10).
Dia berharap kolaborasi itu dapat memperdalam kerja sama di bidang pendidikan dan riset, memperluas kesempatan pertukaran dosen dan mahasiswa, serta mendorong pengembangan program bersama yang menjawab kebutuhan dan prioritas Indonesia, China, serta kawasan yang lebih luas.
Ova menuturkan bahwa salah satu fondasi kerja sama tersebut sudah terbangun bersama Universitas Tsinghua sejak 2016, ketika UGM menjadi tuan rumah bagi 20 mahasiswa dan eksekutif senior Universitas Tsinghua melalui Program Musim Panas Pemahaman Lintas Budaya (Cross-Cultural Understanding Summer Program).
Kemitraan UGM dan Universitas Tsinghua kemudian diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 2022.
UGM juga menjajaki kerja sama dengan Universitas Peking, khususnya dalam bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat. Wakil Presiden Universitas Peking Fang Fang menyampaikan bahwa Universitas Peking memandang kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia sebagai bagian penting dari pengembangan kolaborasi akademik internasional.
UGM dan Universitas Peking telah memiliki landasan kerja sama melalui kolaborasi antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Peking dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM.
Perjanjian kerja sama tersebut, yang berlaku pada 2025-2030, membuka ruang bagi keberlanjutan kerja sama akademik, khususnya dalam pengembangan ilmu kesehatan dan pendidikan kedokteran.
Delegasi UGM turut mengunjungi sejumlah fasilitas akademik dan riset di kedua universitas guna mendukung penjajakan tersebut. Di Universitas Tsinghua, misalnya, delegasi UGM meninjau laboratorium dan Pusat Teknologi Farmasi, sedangkan kunjungan ke Universitas Peking mencakup Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Peking.
Kunjungan itu diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk mengenali potensi pengembangan kolaborasi sesuai dengan bidang keahlian dan kepentingan bersama.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rumah sakit di Jerman terancam bangkrut pada 2023
Indonesia
•
28 Dec 2022

Eropa: Pembatasan perjalanan bagi pelancong China "secara ilmiah tak dibenarkan"
Indonesia
•
03 Jan 2023

Wali kota Cairns apresiasi peran masyarakat Indonesia di Australia
Indonesia
•
28 Jul 2019

Gadis 11 tahun di Arab Saudi meninggal 10 jam setelah kematian ayahnya
Indonesia
•
07 Jun 2022


Berita Terbaru

Gubernur Banten ajak Al-Khairiyah bersinergi tingkatkan kualitas pendidikan
Indonesia
•
17 Oct 2026

Kekerasan terhadap anak di Australia meningkat, ini temuan studi terbaru
Indonesia
•
15 Oct 2026

Minum kopi khop serentak dengan lebih dari 2.000 peserta cetak rekor MURI di HUT ke-438 Kota Meulaboh
Indonesia
•
13 Oct 2026

Feature – 50 juta eksemplar per tahun pada era kejayaan, komik Hong Kong kini mencari jalan bangkit
Indonesia
•
13 Oct 2026
