
UGM jalin kerja sama riset geofisika dengan dua perguruan tinggi China

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan dua perguruan tinggi China menandatangani kerja sama riset di bidang geofisika kelautan pada 20 Mei 2024. (Sumber: Humas Fakultas Teknik UGM)
Kerja sama Fakultas Teknik UGM bersama dua perguruan tinggi China meliputi kolaborasi penelitian gempa bumi dan bencana alam di sekitar zona subduksi Jawa, termasuk penelitian seismik dan elektromagnetik untuk pengamatan gempa, eksplorasi geofisika kelautan, penelitian terkait pencegahan dan mitigasi bencana kelautan, perlindungan lingkungan hidup, serta kerja sama lainnya di bidang ilmu kelautan dan ilmu bumi.
Jakarta (Xinhua) – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dua perguruan tinggi China, yakni Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan Institut Oseanografi Kedua yang berada di bawah naungan Kementerian Sumber Daya Alam China (SIO MNR), menandatangani perjanjian kerja sama riset di bidang geofisika yang dilakukan secara daring pada Senin (20/5).Kerja sama tersebut meliputi kolaborasi penelitian gempa bumi dan bencana alam di sekitar zona subduksi Jawa, termasuk penelitian seismik dan elektromagnetik untuk pengamatan gempa, eksplorasi geofisika kelautan, penelitian terkait pencegahan dan mitigasi bencana kelautan, perlindungan lingkungan hidup, serta kerja sama lainnya di bidang ilmu kelautan dan ilmu bumi.UGM akan menyediakan gugus tugas untuk kerja lapangan dan kolaborasi penelitian, serta memberikan bantuan administratif yang diperlukan.Output dari kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan stasiun geofisika, meningkatkan kerja sama geosains, serta memperkuat riset observasi geofisika dalam merespons gempa bumi dan bencana geologis.Selain itu, kolaborasi riset tersebut juga berguna untuk meningkatkan kemampuan dalam merespons bencana alam seperti gempa bumi, bekerja sama dalam sistem peringatan dini bencana, serta menjadikan Bumi senantiasa layak huni.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia orbitkan satelit kaca untuk ukur gravitasi Bumi
Indonesia
•
06 Nov 2019

Pegunungan Saudi bagian utara diperkirakan berumur 37 juta tahun
Indonesia
•
11 Aug 2020

China pulihkan reproduksi alami ikan sturgeon Yangtze di alam liar
Indonesia
•
29 Mar 2023

Jalan tol dengan banyak jembatan dan terowongan dibuka di China barat
Indonesia
•
05 Dec 2023


Berita Terbaru

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026

Rusia targetkan pembangunan PLTN di Bulan dalam 5-7 tahun
Indonesia
•
20 Mar 2026

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026
