
UEA cegat rudal dan ‘drone’, klaim bongkar jaringan terkait Hizbullah dan Iran

Kilatan cahaya dari rudal yang terbang melintas terlihat di langit Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)
Sistem pertahanan udara UEA telah mencegat empat rudal balistik dan 26 drone yang diluncurkan dari Iran, sementara departemen keamanannya membongkar jaringan yang terkait dengan Hizbullah dan Iran.
Dubai, Uni Emirat Arab (Xinhua/Indonesia Window) – Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (20/3) mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat empat rudal balistik dan 26 drone yang diluncurkan dari Iran, sementara departemen keamanannya membongkar jaringan yang terkait dengan Hizbullah dan Iran.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menangani 338 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.740 drone yang menargetkan negara itu sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Sebelumnya pada Jumat yang sama, Departemen Keamanan Negara UEA mengatakan telah membongkar jaringan yang "didanai dan diarahkan" oleh Hizbullah Lebanon dan Iran, dan para anggotanya telah ditangkap.
Otoritas menduga kelompok tersebut beroperasi dengan kedok perusahaan fiktif, dan berupaya menyusup ke perekonomian UEA serta menjalankan agenda eksternal yang mengancam stabilitas keuangan.
Hizbullah membantah tuduhan UEA, seraya menyebut klaim itu "direkayasa" dan tidak berdasar.
Sementara itu, Mesir mengecam "skema teroris" yang menargetkan keamanan dan stabilitas negara-negara Teluk, yang terbaru di antaranya menyasar Kuwait dan UEA, kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada Jumat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan yang sedang berkunjung.
Kedua belah pihak membahas eskalasi militer yang sedang berlangsung di kawasan dan implikasi seriusnya terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional, menggarisbawahi perlunya menghentikan eskalasi dan memprioritaskan dialog maupun diplomasi demi mencegah ketegangan dan krisis lebih lanjut, lapor kantor berita resmi UEA, Emirates News Agency (WAM).
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kejaksaan New York setuju tunda putusan hukuman Trump dalam kasus uang tutup mulut
Indonesia
•
20 Nov 2024

Rumah lelang Christie's tepis tuduhan penjualan Al-Qur'an termahal di dunia
Indonesia
•
31 Aug 2020

Israel tinjau rencana serangan balasan terhadap Hizbullah Lebanon terkait serangan roket mematikan
Indonesia
•
29 Jul 2024

China desak AS hentikan politisasi isu ekonomi, perdagangan, dan IPTEK
Indonesia
•
29 Nov 2022


Berita Terbaru

Pemerintahan Trump gugat Universitas Harvard atas dugaan antisemitisme setelah negosiasi buntu
Indonesia
•
21 Mar 2026

Idul Fitri 1447H– Feature: Tanpa kegembiraan dan keluarga besar, pengungsi Lebanon rayakan Idul Fitri dalam bayang-bayang konflik
Indonesia
•
21 Mar 2026

Trump pertimbangkan untuk "kurangi secara bertahap" serangan terhadap Iran
Indonesia
•
21 Mar 2026

Presiden Iran sebut negaranya tidak mencari perang dengan negara Muslim
Indonesia
•
21 Mar 2026
