
Hizbullah luncurkan sekitar 100 roket dan ‘drone’ ke Israel

Puing-puing bangunan terlihat pascaserangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 6 Maret 2026. Puluhan serangan udara Israel menargetkan berbagai wilayah di Lebanon pada Kamis (5/3) malam waktu setempat dan Jumat (6/3) pagi, menghantam pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di tengah meningkatnya ketegangan militer. (Xinhua/Bilal Jawich)
Hizbullah menargetkan pangkalan Stella Maris, sebuah fasilitas strategis yang digunakan untuk pemantauan dan pengawasan maritim di sepanjang pesisir utara Israel.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 100 roket dan drone diluncurkan dari Lebanon ke wilayah Israel sepanjang Sabtu (7/3), sementara tank-tank Israel bergerak menuju sebuah kota perbatasan di Lebanon selatan, menurut laporan saluran Al-Manar TV milik Hizbullah, seiring semakin intensifnya bentrokan lintas perbatasan di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di beberapa wilayah Lebanon.
Perlawanan Islam (Islamic Resistance), sayap militer Hizbullah, menyatakan proyektil-proyektil tersebut ditembakkan dari wilayah Lebanon ke arah target-target Israel pada hari itu.
Media Israel melaporkan sejumlah roket terus diluncurkan dari Lebanon ke arah permukiman di Israel utara, dengan bunyi sirene terdengar di Kiryat Shmona dan Margaliot.
Hizbullah dalam pernyataan terpisah menuturkan para pejuangnya menargetkan sistem radar pertahanan udara Iron Dome di situs Kiryat Eliezer, yang disebut sebagai basis pertahanan udara utama di Kota Haifa, pada pukul 20.00 waktu setempat, dengan tembakan roket yang mereka sebut sebagai "roket presisi."
Dalam pernyataan lain, kelompok tersebut mengatakan pihaknya juga menargetkan pangkalan Stella Maris, sebuah fasilitas strategis yang digunakan untuk pemantauan dan pengawasan maritim di sepanjang pesisir utara Israel, dengan rentetan serangan roket serupa pada waktu yang sama. Selain itu, Hizbullah juga kembali mengeluarkan peringatan kepada penduduk Nahariyya dan Kiryat Shmona, mendesak mereka untuk mengungsi.
Sementara itu, Al-Manar TV melaporkan beberapa tank Merkava Israel bergerak dari permukiman Avivim di Israel menuju Aitaroun di Lebanon selatan.
Menurut laporan Al-Manar TV, pergerakan pasukan Israel tersebut diadang dengan rentetan roket, sementara tembakan senapan mesin berat terdengar di lingkungan Al-Zuqaq di pinggiran kota tersebut.
Hizbullah mengumumkan peluncuran roket dari Lebanon ke wilayah Israel pada Senin (2/3) dini hari, untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata dideklarasikan pada 27 November 2024. Tindakan itu mendorong pemerintah mengumumkan larangan terhadap aktivitas keamanan dan militer kelompok tersebut, membatasinya hanya pada aktivitas politik, serta mewajibkan mereka untuk menyerahkan senjata.
Sementara itu, militer Israel meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai "operasi militer ofensif" terhadap Hizbullah, melibatkan serangan udara intensif di beberapa daerah Lebanon dan penyerbuan darat di perbatasan, yang disertai peringatan kepada penduduk untuk mengungsi dari daerah di selatan Sungai Litani dan pinggiran selatan Beirut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

UNDP: Ekonomi Lebanon berpotensi susut 9,2 persen pada 2024 jika konflik berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2024

Apa yang terjadi di KTT G7? Macron akui ada perbedaan tajam dengan AS
Indonesia
•
18 Jun 2026

Trump "kemungkinan besar" akan beri perpanjangan waktu 90 hari bagi TikTok pada hari pelantikannya
Indonesia
•
19 Jan 2025

Dubes Saudi untuk PBB prihatin Islamofobia di tengah pandemik
Indonesia
•
23 May 2020


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
