
Fokus Berita – Asosiasi mobil Jerman tolak kebijakan antisubsidi yang bidik kendaraan listrik China di UE

Seorang pengunjung berfoto dengan mobil BYD SEAL U dalam acara pratinjau media International Motor Show 2023, yang secara resmi dikenal sebagai IAA MOBILITY 2023, di Munich, Jerman, pada 4 September 2023. (Xinhua/Zhang Fan)
UE meluncurkan penyelidikan antisubsidi terhadap impor kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) dari China pada Oktober 2023 setelah Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa, pada September menuding bahwa kendaraan listrik China yang diimpor akan membanjiri Eropa dan mendistorsi pasar otomotif.
Frankfurt, Jerman (Xinhua) – Penyelidikan antisubsidi yang diluncurkan oleh Uni Eropa (UE) terhadap perusahaan-perusahaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China tidak akan melindungi industri otomotif di blok tersebut tetapi justru berisiko merugikannya, seperti diperingatkan para pakar industri otomotif Jerman.Kebijakan antisubsidi yang diprakarsai oleh UE, yang mengancam dengan tarif hukuman terhadap kendaraan listrik yang diimpor dari China tidak akan menyelesaikan tantangan industri otomotif Jerman dan Eropa, kata Hildegard Mueller, presiden Asosiasi Industri Otomotif (Verband der Automobilindustrie/VDA), dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Welt Am Sonntag belum lama ini.China merupakan pasar yang penting bagi para produsen mobil Jerman, yang terlibat dalam pembiayaan transformasi ramah lingkungan di dalam negeri dengan pendapatan mereka di China, menurut pemimpin VDA itu.Kemungkinan konflik perdagangan yang dipicu oleh penyelidikan ini juga berpotensi menempatkan lapangan kerja di Jerman, yang bergantung pada bisnis dengan China, dalam risiko, ungkap Mueller.Saling ketergantungan dan risiko harus dievaluasi sebelum penyelidikan dilakukan, ujar Mueller, seraya menyarankan agar industri mobil harus melakukan dialog alih-alih konfrontasi untuk menyelesaikan perselisihan.UE meluncurkan penyelidikan antisubsidi terhadap impor kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) dari China pada Oktober 2023 setelah Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa, pada September menuding bahwa kendaraan listrik China yang diimpor akan membanjiri Eropa dan mendistorsi pasar otomotif.Pertumbuhan penjualan BEV di Jerman, pasar otomotif terbesar di Eropa, melambat pada 2023. Data dari Otoritas Transportasi Motor Federal (Kraftfahrt-Bundesamt/KBA) Jerman menunjukkan bahwa total ada sekitar 520.000 unit BEV yang terdaftar di Jerman tahun lalu, naik 11,4 persen dari tahun 2022. Laju pertumbuhan jauh melambat dibandingkan 2022, ketika pendaftaran kendaraan listrik baru meningkat lebih dari 30 persen.Tingginya harga kendaraan listrik di UE diyakini menjadi salah satu faktor utama yang menghalangi calon pembeli. Terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh para manufaktur lokal untuk menurunkan biaya, keseimbangan harga kendaraan listrik dengan mobil konvensional masih menjadi target yang sulit bagi UE.
Seorang pengunjung duduk di dalam kendaraan di stan produsen mobil asal China, Leapmotor, dalam ajang International Motor Show 2023, yang secara resmi dikenal sebagai IAA MOBILITY 2023, di Munich, Jerman, pada 5 September 2023. (Xinhua/Ren Pengfei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menteri: Partisipasi Taiwan buat PBB lebih tangguh
Indonesia
•
20 Aug 2021

Meta batasi akun media Pemerintah Rusia atas permintaan Ukraina
Indonesia
•
28 Feb 2022

Arab Saudi dukung semua upaya perdamaian Palestina-Israel
Indonesia
•
24 Sep 2020

Presiden Filipina janji akan tingkatkan kualitas hidup rakyat
Indonesia
•
30 Jul 2023


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
