
Trump tunda serangan ke Iran, tapi ancam gempur lagi jika perundingan gagal

Masyarakat menghadiri prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Mashhad, Iran, pada 9 Juli 2026. (Xinhua/Shadati)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (27/7) mengatakan dirinya memutuskan menunda serangan AS terhadap Iran untuk kembali memberikan kesempatan berunding, serta memperingatkan bahwa dia dapat memerintahkan dimulainya kembali serangan jika perundingan dengan Iran gagal.
"Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat intensif dengan Iran. Jika pembicaraan itu tidak membuahkan hasil, kami akan kembali ke tindakan militer yang sangat keras," kata Trump dalam wawancara dengan media berita daring AS, Axios.
Ketika ditanya berapa lama dia bersedia memberikan kesempatan untuk diplomasi, Trump menjawab, "Tidak lama. Pembicaraan ini harus berjalan cepat atau tidak sama sekali."
Trump mengatakan dirinya memutuskan menunda serangan pada Jumat (24/7) karena negara-negara yang bertindak sebagai mediator serta negara-negara lain di kawasan tersebut memintanya agar memberikan kesempatan lagi bagi perundingan dengan Iran.
Kemudian, presiden AS tersebut mengatakan kepada para reporter bahwa Iran baru mengupayakan perundingan setelah militernya digempur oleh militer AS.
"Saya rasa ada peluang bagus bahwa sesuatu bisa terjadi," kata Trump di pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju sebuah acara di Michigan. "Dan jika itu terjadi, bagus. Jika tidak, kita kembali melakukan apa yang kita lakukan dua hari lalu."
Trump mengatakan bahwa pemerintahannya dan pemerintah Israel "cukup dekat" dalam hal kesepahaman mengenai Iran.
"Kami memiliki sedikit perbedaan, tapi kesepahamannya cukup dekat," katanya mengenai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dijadwalkan akan mengunjungi Gedung Putih pada Selasa (28/7).
Trump juga menegaskan kembali bahwa aset-aset Iran yang dikuasai AS akan digunakan untuk mengganti kerugian atas kerusakan kapal-kapal yang diserang saat melintasi Selat Hormuz. "Kami akan menggunakan uang Iran untuk mengganti kerugian yang mereka timbulkan," katanya.
Negosiasi antara Oman dan Iran telah menunjukkan kemajuan, meskipun kesepakatan belum tercapai, menurut sejumlah laporan yang mengutip sumber-sumber regional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS ambigu terkait program nuklir Israel selama puluhan tahun
Indonesia
•
07 May 2026

Pandangan Redaksi – Mengapa tanggung jawab negara besar kini lebih penting dari sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Konflik masuki bulan kedua, pasukan Israel capai jantung Gaza City
Indonesia
•
08 Nov 2023

Sorotan berbagai komentar tentang kunjungan Xi Jinping ke Vietnam
Indonesia
•
15 Dec 2023


Berita Terbaru

Yoon Suk-yeol terancam kehilangan status pemenang pemilu Korsel 2022 usai divonis kasus pemilu
Indonesia
•
28 Jul 2026

Iran tegaskan AS tak akan menentukan akhir perang, ancam balas serangan Ukraina
Indonesia
•
28 Jul 2026

Presiden Kuba tuding AS berupaya 'mengambil alih' negaranya lewat tekanan ekonomi
Indonesia
•
28 Jul 2026

Hanya sepertiga warga AS dukung perang Iran, biaya konflik tembus 674 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Jul 2026
