Trump sebut hasil perundingan dengan Iran akan jelas dalam waktu sekitar 24 jam

Foto yang diabadikan pada 10 April 2026 ini menunjukkan sebuah papan reklame untuk perundingan Amerika Serikat (AS)-Iran di Islamabad, Pakistan. Pakistan meningkatkan keamanan dan persiapan logistik seiring kedatangan delegasi dari AS dan Iran yang diperkirakan akan tiba di Islamabad untuk pembicaraan penting yang bertujuan meredakan ketegangan di Timur Tengah, menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua pekan baru-baru ini. (Xinhua/Ahmad Kamal)

Gencatan senjata Iran-AS saat ini sangat rapuh, dan benturan kepentingan serta perbedaan yang telah berlangsung lama akan mempersulit tercapainya kesepakatan damai permanen dalam negosiasi mendatang.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan hasil negosiasi dengan Iran akan jelas "dalam waktu sekitar 24 jam," seperti dilansir New York Post pada Jumat (10/4).

Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara telepon dengan outlet media itu tidak lama setelah Wakil Presiden AS JD Vance meninggalkan Washington untuk melakukan perundingan dengan Iran di Islamabad, Pakistan.

"Kita akan mengetahuinya dalam waktu sekitar 24 jam. Kita akan segera mengetahuinya," ujar Trump, sembari mengancam bahwa kapal perang AS sedang diisi ulang untuk melanjutkan serangan terhadap Iran jika perundingan damai di Pakistan gagal.

"Kami sedang melakukan reset," katanya. "Kami mengisi kapal-kapal itu dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan lebih baik dari yang kami gunakan sebelumnya dan kami menghancurkan mereka."

"Jika kami tidak mencapai kesepakatan, kami akan menggunakannya, dan kami akan menggunakannya dengan sangat efektif," ancam Trump.

AS, Iran, dan Israel sama-sama mengeklaim telah memenangkan perang. Para analis meyakini gencatan senjata saat ini sangat rapuh, dan benturan kepentingan serta perbedaan yang telah berlangsung lama akan mempersulit tercapainya kesepakatan damai permanen dalam negosiasi mendatang.

Dari pihak AS, pembicaraan tersebut diperkirakan akan berfokus pada tuntutan Washington agar Iran menyerahkan sekitar 1.000 pon (sekitar 450 kg) uranium yang diperkaya yang disimpan jauh di dalam tanah serta membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional, menurut New York Post.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada Jumat menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan sebelum dimulainya negosiasi dengan AS. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi juga menyerukan kepada AS untuk memenuhi komitmennya dalam gencatan senjata terkait keharusan menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon, lapor kantor berita resmi Iran, IRNA.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait