
Trump frustasi NATO tolak bantu AS dalam perang lawan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (depan) menghadiri konferensi pers setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Den Haag, Belanda, pada 25 Juni 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Pentagon akan memindahkan pasukan AS dari negara-negara anggota NATO yang dianggap tidak membantu upaya perang AS dan menempatkan mereka di negara-negara yang dianggap lebih suportif.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan timnya sedang mempertimbangkan rencana untuk menghukum beberapa sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) yang menurut Trump tidak membantu dalam perang selama 39 hari antara AS-Israel melawan Iran, lapor The Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (8/4), mengutip sejumlah pejabat AS.
Di bawah rencana itu, yang telah diedarkan dan mendapatkan dukungan di kalangan pejabat senior pemerintahan Trump dalam beberapa pekan terakhir, Pentagon akan memindahkan pasukan AS dari negara-negara anggota NATO yang dianggap tidak membantu upaya perang AS dan menempatkan mereka di negara-negara yang dianggap lebih suportif, menurut laporan tersebut.
Rencana ini juga bisa melibatkan penutupan satu pangkalan AS di setidaknya satu negara Eropa, kemungkinan di Spanyol atau Jerman, menurut laporan itu, yang mengutip dua pejabat pemerintahan Trump.
Negara-negara yang bisa mendapat keuntungan karena dianggap suportif meliputi Polandia, Rumania, Lithuania, dan Yunani, seperti dikutip dari para pejabat tersebut.
Spanyol memblokir pesawat-pesawat AS yang terlibat dalam operasi militer AS terhadap Iran dalam menggunakan wilayah udaranya. Italia sempat memblokir penggunaan pangkalan udara oleh AS di Sisilia, sementara pemerintah Prancis setuju untuk hanya mengizinkan AS menggunakan pangkalan di Prancis selatan setelah AS menjamin bahwa yang akan mendarat di sana adalah pesawat yang tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran, menurut laporan WSJ.
Gedung Putih juga merasa frustrasi dengan Jerman setelah para pejabat tinggi Jerman mengkritik keputusan Trump untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, menurut laporan tersebut.
"Sungguh menyedihkan bahwa NATO tidak membantu rakyat Amerika selama enam pekan terakhir, padahal rakyat Amerika-lah yang membiayai pertahanan mereka," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam konferensi pers pada Rabu.
Dia mengatakan Trump berencana mengadakan "percakapan yang sangat jujur dan terbuka" dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih pada Rabu sore waktu setempat.
Keretakan dalam aliansi transatlantik semakin melebar selama masa jabatan kedua Trump, dipicu oleh keputusannya untuk memulai perang dengan Iran pada 28 Februari serta ketegangan sebelumnya terkait desakannya untuk menguasai Greenland di Denmark.
Trump baru-baru ini mengancam akan sepenuhnya menarik AS dari NATO, meskipun berdasarkan hukum dia tidak dapat melakukannya tanpa persetujuan Kongres.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pernyataan Trump membingungkan soal kapan perang AS di Iran berakhir
Indonesia
•
12 Mar 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

Mantan pimpinan Bank of China dijatuhi hukuman mati karena kasus suap
Indonesia
•
28 Nov 2024

Trump Organization didenda 1,6 juta dolar AS karena penggelapan pajak
Indonesia
•
14 Jan 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
