Presiden Iran sebut negaranya takkan tinggalkan teknologi nuklir damai

Foto yang diabadikan pada 9 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan Kota Teheran di Iran. (Xinhua/Shadati)

Iran berulang kali mengumumkan mereka tidak mengembangkan senjata nuklir berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dan fatwa yang dikeluarkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

 

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak akan meninggalkan teknologi nuklir mereka yang "damai," seperti dilansir oleh kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Selasa (17/2).

Dia menyampaikan pernyataan tersebut saat melangsungkan pertemuan dengan tiga aktivis sipil sembari menyuarakan kesiapan Iran untuk membuktikan sifat damai program nuklirnya.

Pezeshkian menyebutkan Iran telah berulang kali mengumumkan mereka tidak mengembangkan senjata nuklir berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dan fatwa yang dikeluarkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, seraya menambahkan negaranya siap untuk menjalani segala bentuk verifikasi terkait hal tersebut.

Namun demikian, dia menekankan negaranya tidak akan menerima pelarangan penggunaan ilmu dan teknologi nuklir untuk mengobati pasien serta mengembangkan sektor industri dan pertaniannya.

Pernyataan sang presiden disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, serta peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) di Asia Barat.

Iran dan AS telah menyelesaikan putaran kedua perundingan nuklir tidak langsung di Jenewa pada Selasa. Negosiasi tersebut dilangsungkan di Kedutaan Besar Oman di Jenewa dan dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi. Sebelumnya, putaran pertama perundingan tidak langsung digelar di Muscat, ibu kota Oman, pada 6 Februari lalu. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait