
Trump disebut sepakat lanjutkan kembali perundingan dengan kepemimpinan baru Iran

Warga berdiri di dekat bangunan yang rusak di sebuah sekolah dasar khusus perempuan yang menjadi sasaran serangan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Kantor Berita Mehr)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Ahad (1/3) menyampaikan dirinya sepakat untuk melanjutkan kembali perundingan nuklir dengan kepemimpinan baru Iran.
"Mereka ingin melakukan pembicaraan, dan saya sepakat untuk berbicara, jadi saya akan berbicara dengan mereka," ujar Trump, seperti dikutip majalah The Atlantic dalam sesi wawancara via telepon.
"Mereka seharusnya melakukan hal itu lebih cepat. Mereka seharusnya memberikan hal yang sangat praktis dan mudah untuk dilakukan itu lebih cepat. Mereka menunggu terlalu lama," tutur Trump. Sang presiden tidak memerinci dengan siapa dirinya akan bicara.
Saat ditanya apakah pembicaraannya dengan pihak Iran akan dilangsungkan dalam dua hari, Trump menjawab, "Saya tidak dapat memberi tahu Anda mengenai hal itu."
Trump mengatakan beberapa negosiator Iran sebelumnya telah meninggal.
"Sebagian besar orang-orang tersebut telah meninggal dunia. Beberapa orang yang dulu kami ajak bernegosiasi sudah tiada," ujar Trump. "Itu merupakan pukulan besar," imbuhnya, merujuk pada serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2).
Mengenai apakah dirinya mengetahui adanya indikasi ancaman baru dari Iran terhadap wilayah AS sejak dimulainya serangan itu, Trump menuturkan, "Saya tidak ingin memberi tahu Anda mengenai hal tersebut."
Trump juga memperkirakan serangan terhadap Iran tidak akan mengganggu upaya Partai Republik menjelang pemilihan umum (pemilu) sela di AS untuk meyakinkan para pemilih bahwa pemerintahannya fokus pada perekonomian AS. Selain itu, dampak serangan tersebut terhadap pasar minyak, yang dibuka kembali pada Minggu malam, kemungkinan tidak terlalu mengganggu dompet warga AS dibandingkan dengan yang diperkirakan oleh beberapa analis.
Pada Ahad, beberapa jam sebelum Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas dalam serangan AS-Israel pada Sabtu pagi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan kepada NBC News bahwa Iran "tentu saja tertarik untuk meredakan ketegangan," seraya menggambarkan seruan Trump terkait perubahan rezim di Iran sebagai "misi yang mustahil."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Anthropic tolak AI awasi warga AS, Pentagon balas—hakim federal turun tangan
Indonesia
•
29 Aug 2026

Presiden Iran peringatkan serangan terhadap Khamenei akan picu "perang habis-habisan"
Indonesia
•
19 Jan 2026

Media: Jika menyangkut soal China, Inggris harus pisahkan diri dari AS
Indonesia
•
03 Jan 2023

AS serang fasilitas desalinasi Iran, pangkalan AS di Bahrain kena sasaran balasan
Indonesia
•
08 Mar 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
