
Trump balas tarif Kanada: Produk negeri ‘Maple Leaf’ dihapus dari kontrak pemerintah AS

Sebuah tanda bertuliskan 'PRODUK KANADA' terlihat di sebuah pasar swalayan di Toronto, Ontario, Kanada, pada 4 Maret 2025. (Xinhua/Zou Zheng)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (8/9) memerintahkan agar produk-produk Kanada dihapus dari daftar kontrak pemerintah AS sebagai respons atas tarif balasan Kanada.
"Saya dengan ini memerintahkan Administrasi Layanan Umum (General Services Administration/GSA), bekerja sama dengan Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR), untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna MENGHAPUS produk-produk asal Kanada dari Multiple Award Schedules GSA, kecuali jika Kanada kembali menerapkan resiprositas secara penuh dan adil bagi Petani dan Perusahaan Amerika," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
"Kanada tidak mengizinkan Peternak Sapi Perah kita yang Hebat untuk menjual produk di Pasar Kanada, dan satu-satunya alasan Kanada memproduksi Mobil adalah karena Perjanjian Perdagangan sebelumnya yang membawa bencana saat Presiden-Presiden lain Menjabat," ujar Trump. "Kanada telah mencurangi kita selama bertahun-tahun."
"Pemerintah Kanada, termasuk Provinsi-Provinsi di Kanada, telah melarang Usaha Kecil dan Perusahaan Amerika melakukan penjualan di Pasar Pengadaan di Pemerintah mereka," imbuh Trump. "Hal itu bukanlah resiprositas, melainkan Penipuan Perdagangan oleh Kanada."
"Mulai saat ini, TIDAK ADA RESIPROSITAS - TIDAK ADA AKSES!" tegas Trump.
Perintah itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada. AS mengenakan tarif sebesar 50 persen terhadap produk-produk Kanada bernilai sekitar 20 miliar dolar AS, yang mulai diberlakukan pada 22 Agustus. Langkah AS itu mendorong Kanada membalas dengan menerapkan tarif serupa dengan nilai impor AS yang setara, yang mulai diterapkan pada Selasa.
*1 dolar AS = 17.618 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Karhutla dahsyat meningkat, hampir separuh bencana terburuk terjadi dalam 10 tahun terakhir
Indonesia
•
04 Oct 2025

Lebih dari 571.000 ekspatriat keluar dari pasar kerja Saudi dalam setahun
Indonesia
•
24 Sep 2021

Bauran kebijakan jaga stabilitas ekonomi Indonesia
Indonesia
•
11 Oct 2019

Arab Saudi pengekspor kurma utama di dunia, nilainya capai 4.651 triliun rupiah
Indonesia
•
28 May 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kuasai 60 persen ekonomi dunia, keterbukaan dan inovasi jadi kunci pertumbuhan Asia-Pasifik
Indonesia
•
09 Sep 2026

China-Indonesia naik kelas di sektor energi, dari perdagangan batu bara ke teknologi tambang
Indonesia
•
09 Sep 2026

Fokus Berita – Rumput Laut Indonesia jadi sumber pendapatan ganda: Komoditas dan kredit karbon
Indonesia
•
09 Sep 2026

Embargo AS bikin Kuba rugi 142,7 triliun rupiah, dokter operasi dengan lampu ponsel
Indonesia
•
08 Sep 2026
