
Fokus Berita – Kuasai 60 persen ekonomi dunia, keterbukaan dan inovasi jadi kunci pertumbuhan Asia-Pasifik

Para pengunjung mengamati sebuah robot yang sedang membuat kopi dalam ajang Forum Media Asia-Pasifik di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada 5 September 2026. (Xinhua/Gao Jing)
Shenzhen, China (Xinhua/Indonesia Window) – Seiring Asia-Pasifik menyambut masa depan yang semakin digital, cerdas, dan hijau, modernisasi China menciptakan peluang-peluang baru bagi kawasan tersebut maupun dunia, demikian disampaikan para partisipan dalam Forum Media Asia-Pasifik (Asia-Pacific Media Forum).
Sebagai bagian penting dari rangkaian acara ‘Tahun China’ (China Year) APEC, forum yang digelar pada Sabtu (5/9) di Kota Shenzhen, China selatan, itu dihadiri oleh lebih dari 400 perwakilan dari lebih dari 40 negara dan kawasan, serta para partisipan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya.
Mereka mengutarakan harapan bahwa Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC (APEC Economic Leaders' Meeting) ke-33, yang akan diselenggarakan di Shenzhen pada November mendatang, akan memberikan dorongan baru bagi pembangunan komunitas Asia-Pasifik, memperdalam kerja sama regional, dan mendorong kemakmuran bersama.
Komunitas Asia-Pasifik
Sebagai tuan rumah APEC 2026, China telah menetapkan ‘Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama’ (Building an Asia-Pacific Community to Prosper Together) sebagai tema acara tahun ini.
"Komunitas Asia-Pasifik merupakan kemitraan yang dibangun di atas dasar saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, kemakmuran bersama, dan keberagaman budaya. Ini bukan sekadar konsep geografis, melainkan sebuah komunitas yang dihubungkan oleh aspirasi bersama akan stabilitas, pembangunan ekonomi, dan kemajuan umat manusia," kata Saeed Ahmad, direktur jenderal Pakistan Broadcasting Corporation.
Sebagai tempat tinggal sepertiga populasi dunia, kawasan Asia-Pasifik menyumbang lebih dari 60 persen output ekonomi global dan hampir separuh dari perdagangan global, menjadikannya pendorong utama pertumbuhan ekonomi global.
Kamphol Mahanukul, presiden Thai-Chinese Journalists Association, mengatakan bahwa keajaiban Asia-Pasifik bukanlah suatu kebetulan sejarah, melainkan terbentuk melalui komitmen bersama terhadap keterbukaan, kerja sama praktis, dan sikap saling menghormati.
"Kebangkitan Asia merupakan sesuatu yang luar biasa. Hal ini membantu menyediakan mesin penggerak yang dinamis, tidak hanya bagi kawasan Asia-Pasifik tetapi juga bagi ekonomi global," ujar Sourabh Gupta, resident senior fellow di Institut Studi China-Amerika (Institute for China-America Studies).
"Jalur menuju kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik ditempuh melalui kerja sama, bukan pemaksaan; melalui perdagangan terbuka, bukan tembok; melalui dialog, bukan perpecahan," ungkap Shezra Mansab Ali Khan Kharal, menteri negara untuk perubahan iklim dan koordinasi lingkungan Pakistan.
Keterbukaan, Inovasi, Kerja Sama
Keterbukaan, inovasi, dan kerja sama merupakan tiga pilar ‘Tahun China’ APEC. Para partisipan menyatakan bahwa ketiga pilar itu mencerminkan prioritas perekonomian anggota APEC dan, dengan penekanan yang lebih besar, dapat memberikan dorongan lebih lanjut bagi inovasi dan integrasi ekonomi regional.
"Asia-Pasifik yang sejahtera dan stabil menuntut perekonomian untuk mempertahankan jalur perdagangan, investasi, dan dialog, bahkan ketika kondisi eksternal menjadi lebih sulit. Kawasan yang terbuka dan saling terhubung juga memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku usaha untuk mendiversifikasi pasar, pemasok, dan jaringan logistik," ujar Nguyen Ha Phuong, peneliti utama di Institut Studi Asia-Pasifik (Institute for Asia-Pacific Studies) di bawah naungan Akademi Ilmu Sosial Vietnam.
You Sang Chul, kepala Institut China di bawah naungan Korea JoongAng Daily, menuturkan Shenzhen telah menunjukkan bagaimana teknologi emerging telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, seraya menyebut kendaraan otonomos dan layanan pengantaran menggunakan drone sebagai contoh.
Dia mengungkapkan bahwa China memimpin inovasi global di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan (AI) sembari mengintegrasikan teknologi digital dan hijau ke dalam upaya modernisasinya, sehingga memberikan pengalaman yang berharga dan peluang baru bagi perekonomian Asia-Pasifik lainnya.
Seiring menguatnya momentum ‘Tahun China’ APEC, para perekonomian anggota telah meningkatkan kerja sama praktis di bidang-bidang seperti ketahanan pangan, perikanan dan urusan kelautan, serta energi.
Felipe Cuadra, penasihat hukum untuk harian Chile La Tercera, mengatakan bahwa kerja sama Asia-Pasifik telah membuka peluang baru yang luas bagi Chile, dan Amerika Latin membutuhkan mitra yang beragam serta andal untuk menghadapi guncangan eksternal dengan lebih baik.
Modernisasi China, peluang baru
‘Tahun China’ APEC bertepatan dengan tahun pertama penerapan Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030). Pada tonggak sejarah baru tersebut, China memperdalam reformasi dan mengupayakan keterbukaan berstandar lebih tinggi, sehingga menciptakan peluang baru bagi Asia-Pasifik dan sekitarnya melalui modernisasinya.
Setelah menyusuri Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau, Felix Paz Quiroz, direktur umum kantor berita Peru Andina, menggambarkan penghubung lintas laut tersebut sebagai sebuah keajaiban teknik.
Dia menuturkan kunjungan tersebut mengingatkannya pada Pelabuhan Chancay di Peru, pusat transportasi utama lainnya, seraya menyuarakan harapan untuk memanfaatkan pengalaman China guna mengembangkan pelabuhan tersebut menjadi gerbang penting yang menghubungkan Amerika Latin dan Asia.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah berbagi manfaat reformasi kelembagaannya dengan seluruh dunia.
Dari memperluas zona perdagangan bebas percontohan dan memajukan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan di bagian selatan negara itu hingga membuka lebih lanjut sektor pendidikan, keuangan, dan layanan kesehatan, China terus memajukan keterbukaan kelembagaan melalui penyelarasan aturan, regulasi, manajemen, dan standarnya dengan praktik-praktik internasional.
Diego Ruzzarin, direktur MPV Media di Meksiko, menggambarkan China sebagai sumber inspirasi yang penting bagi negara-negara Global South selama empat dekade terakhir serta menawarkan pengalaman yang berharga bagi pembangunan mereka.
Seiring China terus melakukan keterbukaan, kebijakan bebas visa unilateral negara itu telah diperluas ke lebih banyak negara, sementara ‘China Travel’ dan ‘China Shopping’ terus meraih popularitas sebagai tema di dunia maya.
Ivan Sinichkin, wakil pemimpin redaksi surat kabar Rusia Rossiyskaya Gazeta, menyampaikan bahwa peningkatan arus orang dan barang mencerminkan komitmen bersama di antara perekonomian anggota APEC untuk mengupayakan pembangunan bersama melalui peluang-peluang yang diciptakan oleh modernisasi China.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ladang minyak di Laut China Selatan hasilkan 20 juta ton ekuivalen minyak pada 2022
Indonesia
•
31 Dec 2022

Fokus Berita – Eksportir Inggris panik usai AS naikkan tarif jadi 15 persen
Indonesia
•
24 Feb 2026

Minyak naik di Asia setelah UE potong 90 persen minyak Rusia
Indonesia
•
31 May 2022

Pemerintah AS akan luncurkan sistem pengembalian dana senilai 166 miliar dolar AS untuk importir
Indonesia
•
16 Apr 2026


Berita Terbaru

China-Indonesia naik kelas di sektor energi, dari perdagangan batu bara ke teknologi tambang
Indonesia
•
09 Sep 2026

Trump balas tarif Kanada: Produk negeri ‘Maple Leaf’ dihapus dari kontrak pemerintah AS
Indonesia
•
09 Sep 2026

Fokus Berita – Rumput Laut Indonesia jadi sumber pendapatan ganda: Komoditas dan kredit karbon
Indonesia
•
09 Sep 2026

Embargo AS bikin Kuba rugi 142,7 triliun rupiah, dokter operasi dengan lampu ponsel
Indonesia
•
08 Sep 2026
