Tragedi longsor Gyirong di perbatasan China-Nepal: 16 tewas, 546 hilang, 2.000+ personel turun ke lokasi

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 1 September 2026 ini memperlihatkan lokasi perbaikan darurat jalan di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua/Jiang Fan)

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Rangkaian tanah longsor yang bergerak cepat, yang dipicu oleh runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal, menerjang Pelabuhan Gyirong di perbatasan China-Nepal, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 26 Agustus. Bencana tersebut memakan banyak korban dan mengakibatkan banyak orang hilang.

Tim penyelamat China segera mengerahkan upaya maksimal untuk mencapai kawasan pelabuhan yang terdampak longsor serta mencari orang-orang yang masih hilang.

Berikut informasi mengenai tanah longsor mematikan tersebut dan perkembangan terbaru upaya penyelamatan serta bantuan di China:

·      Sebanyak 16 orang dipastikan meninggal dunia, sementara 546 orang lainnya masih dinyatakan hilang setelah tanah longsor menerjang pelabuhan perbatasan tersebut, berdasarkan informasi terbaru dari pemerintah daerah.

·      Sebanyak 261 warga negara asing dari 23 negara juga telah teridentifikasi sebagai orang yang belum diketahui keberadaannya.

·      Longsoran es dan batu yang berasal dari gletser di pegunungan tinggi Nepal telah diidentifikasi sebagai penyebab tanah longsor tersebut.

·      Pemulihan akses jalan menuju Pelabuhan Gyirong yang terdampak tanah longsor menjadi prioritas utama dalam upaya penyelamatan yang masih berlangsung di Xizang, kata seorang pejabat setempat pada Selasa (1/9).

·      Hampir 700 personel dikerahkan untuk memperbaiki jalan raya nasional G216 yang mengarah ke pelabuhan di perbatasan China-Nepal tersebut, menurut Norbu Tsering, wakil kepala markas besar penyelamatan darurat sekaligus pelaksana tugas wali kota Xigaze.

·      Rekaman drone yang disaksikan reporter Xinhua menunjukkan bahwa hingga Selasa sekitar pukul 18.00 waktu setempat (15.00 WIB), para petugas telah melakukan perbaikan terbatas pada jalan raya tersebut, sehingga kendaraan pencarian dan penyelamatan dapat mencapai lokasi yang berjarak sekitar 700 meter dari pelabuhan.

·      Lebih dari 2.000 personel berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan, termasuk para personel dari Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA), Pasukan Polisi Bersenjata Rakyat, serta China Anneng, perusahaan milik negara yang bergerak di bidang teknik dan penyelamatan.

·      Hingga pukul 17.00 pada Selasa, operator telekomunikasi di Xizang telah memulihkan satu stasiun pangkalan dan menambahkan 12 stasiun pangkalan darurat di daerah yang terdampak longsor. Langkah tersebut memastikan komunikasi tetap berjalan tanpa gangguan untuk mendukung komando darurat, operasi penyelamatan, dan koordinasi distribusi pasokan.

·      Danau bendungan alami di atas Pelabuhan Gyirong telah sepenuhnya surut, dan risiko terkait kini dalam kondisi terkendali, menurut penilaian tim ahli pada Selasa.

·      Layanan meteorologi akan semakin diperkuat untuk mendukung operasi penyelamatan dan bantuan di Pelabuhan Gyirong, demikian diumumkan Administrasi Meteorologi China pada Selasa.

·      Teknologi dan metode baru akan diterapkan dalam pemantauan, prakiraan, peringatan dini, serta penilaian risiko terhadap potensi kejadian cuaca di sekitar lokasi penyelamatan dan area sekitarnya, kata seorang pejabat.

·      Administrasi tersebut juga berjanji meningkatkan kerja sama internasional dan inovasi teknologi guna mempercepat peningkatan kemampuan deteksi risiko serta respons terhadap keadaan darurat.

·      China telah mengirimkan bantuan kemanusiaan darurat tahap kedua ke Nepal, yang mencakup peralatan pemurnian air dan penerangan, perangkat pengujian genetik, serta drone.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait