
Feature – Teknologi tenaga surya China bantu terangi kamp pengungsi di Kenya

Vasco Hamisi memeriksa peralatan pembangkit listrik tenaga surya di kamp pengungsi Kakuma di Turkana, Kenya, pada 19 Juni 2024. (Xinhua/Wang Guansen)
Teknologi tenaga surya dari China membantu menerangi kamp pengungsi Kakuma Three di Kenya barat laut, menjadikannya salah satu area yang terlihat menonjol karena penerangannya yang baik di tengah ketenangan menjelang malam tiba.
Turkana, Kenya (Xinhua) – Di kamp pengungsi Kakuma yang luas di Kenya barat laut, salah satu area terlihat menonjol karena penerangannya yang baik di tengah ketenangan menjelang malam tiba.Penghuni kamp pengungsi Kakuma Three adalah penerima manfaat energi ramah lingkungan yang tersedia berkat jaringan listrik mini yang terwujud berkat teknologi tenaga surya dari China.Vasco Hamisi, yang mengungsi dari Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) pada 2010, memainkan peran penting dalam memastikan bahwa kamp pengungsi Kakuma memiliki akses terhadap energi terbarukan meskipun tidak terhubung ke jaringan listrik utama Kenya.Hamisi, ayah dari dua anak, terinspirasi oleh sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun di wilayah tersebut. Awalnya, dia tidak memiliki dana untuk mewujudkan mimpinya menerangi kampnya, yang menampung sekitar 288.000 pengungsi dari sembilan negara, termasuk Sudan Selatan, Ethiopia, Burundi, dan Kongo.Terobosan terjadi pada 2018 ketika dia berpartisipasi dalam sebuah kompetisi tantangan hibah dan muncul menjadi salah satu pemenang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pendanaan untuk proyek ramah lingkungan mereka.Hamisi menerima hibah senilai sekitar 275.000 dolar AS untuk membiayai pembangunan sebuah pembangkit listrik tenaga surya, Okapi Green Energy, di kamp pengungsi tersebut."Saya mulai mencari solusi yang layak untuk memasok listrik dan menemukan bahwa China mengembangkan teknologi yang terjangkau dan andal untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik," kata Hamisi kepada Xinhua dalam wawancara baru-baru ini di Kamp Pengungsi Kakuma.Setelah mendapat semua persetujuan yang diperlukan dari lembaga pemerintah seperti Otoritas Regulator Energi dan Perminyakan, Otoritas Pengelolaan Lingkungan Nasional, serta pemerintah daerah Turkana, dia langsung mengerjakan proyek tersebut.
Foto dari udara yang diabadikan dengan 'drone' pada 19 Juni 2024 ini menunjukkan pemandangan kamp pengungsi Kakuma di Turkana, Kenya. (Xinhua/Wang Guansen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB: 300 lebih warga sipil tewas akibat serangan di kamp pengungsi Sudan
Indonesia
•
17 Apr 2025

Pasangan panda raksasa asal China bertolak menuju Spanyol
Indonesia
•
01 May 2024

Feature – Di ruang kelas di Purwokerto, tiga bahasa menyatukan dua budaya
Indonesia
•
26 Apr 2026

Gaya hidup rendah karbon kian diminati kalangan anak muda China
Indonesia
•
23 Apr 2024


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
