COVID-19 – Pasien berusia 101 tahun di Xinjiang, China, pulih

Foto dokumentasi ini menunjukkan staf medis menyampaikan perpisahan kepada seorang pasien yang sembuh dari COVID-19 di sebuah rumah sakit di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 11 Februari 2020. (Xinhua/Wang Fei)
Pasien COVID-19 lanjut usia berusia 101 tahun, pulih dari infeksi virus setelah menjalani perawatan medis selama 10 hari di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut.
Urumqi (Xinhua) – Seorang wanita berusia 101 tahun pulih dari COVID-19 setelah menjalani perawatan medis selama 10 hari di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, demikian menurut pihak keluarga dan para dokter.He Cui dibawa ke di Rumah Sakit Afiliasi Kedelapan Universitas Kedokteran Xinjiang di Urumqi, ibu kota Xinjiang, pada 9 November dengan hasil tes asam nukleat positif.Saat dirawat, penduduk Urumqi berusia lebih dari 100 tahun itu melaporkan gejala batuk dan demam, serta hipertensi sebagai kondisi bawaan, ungkap Lu Chen, kepala tim pakar pengobatan COVID-19 Xinjiang.Lu mengatakan, mengingat risiko tinggi yang terlibat dalam perawatan pasien COVID-19 lanjut usia (lansia), mereka mengumpulkan sejumlah pakar medis dari dua rumah sakit untuk menyesuaikan rencana perawatan bagi He."Sejumlah departemen, seperti perawatan intensif, penyakit pernapasan, kardiologi, geriatri, nutrisi, dan pengobatan tradisional China bekerja sama dengan para apoteker klinis, psikiater, dan terapis rehabilitasi. Kami membentuk sebuah tim besar demi perawatan yang menyeluruh," kata Lu.Li Ti, putri He, mengatakan bahwa ketika ibunya mengetahui dirinya terinfeksi COVID-19, wanita tua itu mengira hanya memiliki peluang kecil untuk pulih. "Dia bilang tidak apa-apa untuk berpasrah tentang kondisi dirinya dan meminta kami untuk tidak melakukan intubasi yang menyakitkan jika hal yang tak terhindarkan terjadi."Namun, segera setelah menerima pengobatan dan nutrisi, sang ibu merasa jauh lebih baik, ujar Li, menggambarkan pemulihan sang ibu sebagai proses yang "secara ajaib cepat".He diizinkan keluar dari rumah sakit rujukan COVID-19 pada 19 November dan dirawat selama sepekan setelahnya di bawah pengawasan medis di rumah sakit lain sebelum pulang ke rumah. Semua perawatan dan pengobatan tidak dipungut biaya."Baru-baru ini, dia mengatakan kepada saya bahwa dirinya benar-benar sudah kembali sehat. Saya sangat senang mendengarnya," sebut Li.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi: Berolahraga selama 31 menit sehari cegah demensia pada wanita lansia
Indonesia
•
03 Feb 2023

Korban meninggal dalam hujan lebat di Brasil bertambah jadi 56 orang
Indonesia
•
30 May 2022

Populasi Jepang turun di seluruh 47 prefekturnya untuk kali pertama
Indonesia
•
01 Aug 2023

Xinjiang di China akan investasikan 182 juta yuan untuk pendidikan prasekolah
Indonesia
•
16 Feb 2023
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Australia pantau ketat wabah virus Nipah
Indonesia
•
30 Jan 2026
