
Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah

Pelatihan ‘Pengantar Jurnalistik Dasar Untuk Santri Gen Z’, digelar oleh Ma'had Sabilul Qur'an, di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (29/1/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
MSQ antusias menjalin kolaborasi dalam bidang pendidikan dan dakwah dengan Indonesia Window sebagai media massa bilingual halal di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Pimpinan pondok pesantren (ponpes) tahfizh Al-Qur’an, Ma’had Sabilul Qur’an, mengatakan bahwa kolaborasi ponpes dan lembaga-lembaga pendidikan dengan media massa akan memperluas spektrum dakwah Islam di tengah masyarakat.
“Semua sarana saat ini harus dimanfaatkan dan dioptimalkan, baik media massa konvensional maupun media massa berbasis digital,” ujar mudir (direktur) Bidang SDM dan Dakwah MSQ, Ustadz Agus Fadilla Sandi, usai mendampingi pelatihan ‘Pengantar Jurnalistik Dasar Untuk Santri Gen Z’, di Bogor, Kamis (29/1).
Pelatihan yang diikuti oleh seluruh santri MSQ tersebut diampu oleh pendiri dan CEO Indonesia Window, Bambang Purwanto, yang telah lebih dari 30 tahun berkarier sebagai wartawan nasional.

Lebih lanjut Ust. Agus Fadilla mengatakan, ponpes-ponpes sebaiknya tidak hanya mengandalkan platform media mereka sendiri dalam menyebarkan informasi, ilmu, dan materi dakwah Islam.
“Pembaca media massa mainstream, baik di skala nasional maupun internasional, lebih heterogen. Berita-berita dari ponpes yang dipublikasikan di media massa juga akan dilihat oleh pembaca yang awalnya hanya ingin mengetahui berita politik atau ekonomi. Karena ada berita pendidikan, mereka akan ikut membacanya, sehingga syiar kita akan lebih luas jangkauannya,” urainya.
Karena itu, lanjut Ust. Agus Fadilla, MSQ membuka diri dan antusias untuk menjalin kolaborasi dalam bidang pendidikan dan dakwah dengan Indonesia Window sebagai media massa bilingual halal di Indonesia.
Dia menjelaskan, MSQ yang berlokasi di Cibinong, Jawa Barat itu, memfokuskan program pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan SDM kompeten sebagai pengelola lembaga tahfizh Al-Qur’an.
“Para santri kami bekali dengan kemampuan manajerial lembaga, sehingga perlu ilmu-ilmu alat lain, seperti kemampuan menulis, kepemimpinan untuk menjadi mudir, musyrif (pembimbing, pendamping, dan pengawas di ponpes), pendakwah, dengan lisan dan tulisan,” jelasnya, seraya berharap kerja sama dengan Indonesia Window dapat mewadahi tujuan MSQ tersebut.
Ust. Agus Fadilla juga berharap, Indonesia Window yang menerapkan kaidah jurnalistik sesuai syariat Islam akan lebih menguatkan konten-konten tulisan dari pondok pesantren, baik dari segi agama maupun jurnalistik.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dorong angka kelahiran, China kucurkan 100 miliar yuan untuk anak balita
Indonesia
•
08 Mar 2026

Jumlah korban tewas di Gaza tembus 10.000 orang
Indonesia
•
07 Nov 2023

PBB: Upaya pengiriman bantuan di Gaza utara yang terkepung dihambat selama lebih dari 40 hari
Indonesia
•
20 Nov 2024

Opini – Taiwan wujudkan visi WHO berantas Hepatitis C yang ancam kesehatan masyarakat
Indonesia
•
02 Apr 2026


Berita Terbaru

Feature – ‘Becoming Chinese’ di Kunming, perjalanan menelusuri akar budaya seorang ‘blogger’ Tionghoa-Amerika
Indonesia
•
30 Apr 2026

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030
Indonesia
•
29 Apr 2026
