
Sekjen PBB desak kolaborasi global untuk atasi tantangan yang meningkat

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2025. (Xinhua/Lian Yi)
Tantangan yang dihadapi umat manusia kini, termasuk krisis iklim dan perpecahan geopolitik, dengan kolaborasi merupakan kunci untuk mengatasinya.
Davos, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Rabu (22/1) mengeluarkan peringatan keras tentang meningkatnya tantangan yang dihadapi umat manusia, termasuk krisis iklim dan perpecahan geopolitik, serta mendesak komunitas global bekerja sama untuk mengatasinya.Berbicara pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, Guterres mengatakan dunia sedang menghadapi "kotak Pandora berbagai masalah" serta menekankan bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk mengatasi berbagai tantangan ini.Guterres memaparkan gambaran yang mengerikan tentang keadaan darurat iklim, mengibaratkan ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil sebagai "monster Frankenstein" yang tak pandang bulu."Kecanduan kita pada bahan bakar fosil bagaikan monster Frankenstein, yang tidak memandang apa dan siapa pun. Di sekeliling kita, kita melihat tanda-tanda yang jelas bahwa monster itu telah menjadi penguasa," ujarnya. "Kenaikan permukaan laut, gelombang panas, banjir, badai, kekeringan, dan kebakaran hutan hanyalah cuplikan dari film horor yang akan datang."
Foto yang diabadikan pada 20 Januari 2025 ini menunjukkan logo Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss. (Xinhua/Lian Yi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Putra Mahkota Saudi pimpin pembersihan Ka’bah
Indonesia
•
16 Aug 2022

COVID-19 – Jerman berencana wajibkan vaksinasi untuk beberapa pekerjaan
Indonesia
•
06 Dec 2021

Respons rencana serangan Israel, Iran akan tanggapi dengan tegas setiap "pelanggaran"
Indonesia
•
23 May 2025

Analisis – Akankah Houthi Yaman ikut berperang untuk dukung Iran?
Indonesia
•
12 Mar 2026


Berita Terbaru

Kremlin sebut situasi Timur Tengah berkembang sesuai skenario terburuk
Indonesia
•
27 Mar 2026

Hakim AS tangguhkan upaya Pentagon hukum Anthropic yang tolak berikan akses kepada pemerintah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jumlah korban sipil di Iran dan Lebanon kian bertambah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Analisis – Pengerahan pasukan darat AS ke Iran dapat rugikan Trump dari segi politik
Indonesia
•
27 Mar 2026
