
Denmark: Investigasi awal tunjukkan kebocoran jalur pipa Nord Stream karena ledakan

Foto dari udara yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Denmark pada 27 September 2022 ini menunjukkan lokasi kebocoran pipa gas Nord Stream. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Denmark)
Investigasi awal mengenai kebocoran jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 di zona ekonomi eksklusif Denmark mengonfirmasi bahwa hal tersebut disebabkan oleh ledakan dahsyat.
Kopenhagen, Swedia (Xinhua) – Investigasi awal mengonfirmasi bahwa "ledakan dahsyat menyebabkan kerusakan parah pada Nord Stream 1 dan 2 di zona ekonomi eksklusif Denmark," demikian disampaikan Kepolisian Kopenhagen dalam sebuah rilis pers pada Selasa (18/10)."Kepolisian Kopenhagen, dengan bantuan Angkatan Pertahanan Denmark dan bekerja sama dengan Dinas Keamanan dan Intelijen Denmark (Politiets Efterretningstjeneste/PET), telah melakukan sejumlah investigasi awal terhadap tempat kejadian perkara di Laut Baltik," menurut rilis pers tersebut."Hasil investigasi mengonfirmasi bahwa kerusakan yang ekstensif telah terjadi pada Nord Stream 1 dan 2 di zona ekonomi eksklusif Denmark, dan kerusakan tersebut disebabkan oleh ledakan dahsyat."Rilis pers itu juga menyebutkan bahwa PET dan Kepolisian Kopenhagen memutuskan untuk membentuk tim gabungan guna menyelidiki insiden itu lebih lanjut berdasarkan investigasi awal.Kelompok baru dari investigasi kebocoran pipa gas Nord Stream rencananya akan bekerja sama dengan otoritas terkait di Denmark dan luar negeri, tetapi "masih terlalu dini untuk menyebutkan kerangka kerja yang akan diterapkan dalam kerja sama internasional."Pada 26 September, kebocoran ditemukan di dua jalur pipa gas alam, Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, yang menyalurkan gas dari Rusia ke Eropa, di bawah Laut Baltik di lepas pantai Pulau Bornholm Denmark, dekat zona ekonomi eksklusif Denmark dan Swedia.Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyebut insiden itu sebagai "tindakan yang disengaja."Namun, tanpa partisipasi para ahli Rusia, Moskow tidak akan mengakui hasil apa pun dari investigasi kebocoran pipa gas Nord Stream, kata Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (13/10).Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu mengatakan pihaknya telah memanggil utusan dari Jerman, Denmark, dan Swedia dalam beberapa hari terakhir untuk mengungkapkan “kebingungan” atas pengecualian Rusia dalam penyelidikan gabungan terkait sabotase tersebut.Jika para ahli Rusia tidak diizinkan terlibat dalam penyelidikan kebocoran pipa gas Nord Stream, “Moskow akan bertindak berdasarkan fakta bahwa negara-negara yang disebutkan tadi memiliki sesuatu yang disembunyikan atau ditutup-tutupi untuk para pelaku aksi teroris ini,” kata kementerian itu.“Rusia, tentu saja, tidak akan mengakui ‘hasil semu’ apa pun dari penyelidikan semacam itu kecuali para ahli Rusia dilibatkan,” tambahnya.Pada 26 September, serangkaian ledakan yang disusul kebocoran gas terjadi di jalur pipa gas alam Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, yang menyebabkan pelepasan metana terbesar dalam sejarah.Kedua jalur pipa gas tersebut dibangun untuk mengalirkan gas alam dari Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump "kemungkinan besar" akan beri perpanjangan waktu 90 hari bagi TikTok pada hari pelantikannya
Indonesia
•
19 Jan 2025

India larang ekspor varietas beras putih untuk penuhi permintaan domestik
Indonesia
•
24 Jul 2023

10.000 jamaah asing tiba hari pertama pembukaan umroh tahap ketiga
Indonesia
•
01 Nov 2020

Kementerian Pertahanan Rusia sebut pasukannya rebut kembali 3 permukiman di wilayah Kursk
Indonesia
•
11 Mar 2025


Berita Terbaru

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026

Bentrokan Iran-AS pecah di Teluk Persia, Selat Hormuz tutup total
Indonesia
•
11 Jun 2026

Kapal diserang di dekat Oman, tiga warga India belum ditemukan
Indonesia
•
11 Jun 2026

Iran klaim hancurkan 18 target AS, Bahrain dan Kuwait langsung siaga
Indonesia
•
11 Jun 2026
