
Australia akan akui Negara Palestina pada September 2025

Para pengungsi Palestina menunggu untuk mendapatkan makanan gratis di Gaza City bagian barat pada 10 Agustus 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Australia akan secara resmi mengakui negara Palestina pada sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) pada September 2025.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Australia akan secara resmi mengakui negara Palestina pada sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) pada September 2025, demikian diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese pada Senin (11/8).Menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers di Gedung Parlemen di Canberra bersama Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Albanese mengatakan bahwa Australia akan mengakui "hak" rakyat Palestina untuk memiliki "negara mereka sendiri"."Solusi dua negara adalah harapan terbaik umat manusia untuk memutus siklus kekerasan di Timur Tengah dan mengakhiri konflik, penderitaan, dan kelaparan di Gaza," katanya.Albanese mengungkapkan kabinetnya menggelar pertemuan pada Senin pagi dan menyetujui langkah untuk mengakui kedaulatan Palestina sebagai bagian dari "upaya global terkoordinasi" untuk memperkuat momentum menuju solusi dua negara.Sementara itu, pemerintah Selandia Baru akan memutuskan apakah pihaknya akan secara resmi mengakui negara Palestina, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru Winston Peters pada Senin (11/8)."Pemerintah akan dengan cermat mempertimbangkan posisinya selama sebulan ke depan terkait pengakuan terhadap Negara Palestina," menurut pernyataan pemerintah Selandia Baru mengutip Peters.Selandia Baru akan mengambil keputusan berdasarkan penilaian yang hati-hati, dipandu oleh prinsip, nilai, dan kepentingan nasionalnya, ujar Peters, seraya menambahkan bahwa "Selandia Baru sudah lama menunjukkan sikap jelas bahwa pengakuan terhadap negara Palestina adalah soal kapan, bukan jika.""Bencana kemanusiaan di Gaza memang layak menjadi perhatian utama dalam agenda global," kata Peters, seraya menambahkan bahwa dia telah memberikan arahan lisan kepada kabinet mengenai isu ini, dengan diskusi penuh dijadwalkan pada September.Selandia Baru, "yang sudah lama mendukung solusi dua negara dan penentuan nasib sendiri bagi Palestina," akan terus mendorong penerapan gencatan senjata serta penyelesaian politik yang memungkinkan rakyat Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai, ujarnya.Sang menteri juga menekankan pentingnya menilai apakah kondisi keamanan, politik, diplomatik, dan ekonomi yang memadai untuk terbentuknya negara Palestina yang layak dan sah sudah terlihat.Dia akan menyampaikan posisi Selandia Baru dalam Pekan Pemimpin PBB (United Nations Leaders' Week) di New York pada akhir September.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Parlemen Israel sahkan UU yang melarang UNRWA beroperasi di Israel
Indonesia
•
29 Oct 2024

Dilanda gelombang panas, Bangladesh catat rekor suhu tertinggi sejak 1989
Indonesia
•
03 May 2024

AS hantam bank-bank besar Rusia dengan sanksi atas invasi ke Ukraina
Indonesia
•
25 Feb 2022

COVID-19 – Saudi setujui pendaftaran vaksin Pfizer dari AS
Indonesia
•
11 Dec 2020


Berita Terbaru

Trump rencanakan perpanjangan blokade terhadap Iran
Indonesia
•
30 Apr 2026

Analisis – Akankah aliansi oposisi baru Israel ‘Together’ patahkan dominasi Netanyahu dalam politik Israel?
Indonesia
•
30 Apr 2026

Partai Demokrat ingin cegah Trump serang Kuba, Senat AS tak setuju
Indonesia
•
30 Apr 2026

Deplu AS akan terbitkan paspor dalam jumlah terbatas yang tampilkan potret Trump
Indonesia
•
30 Apr 2026
