
Studi ungkap susu murni dan lemak susu tidak berdampak besar terhadap metabolisme lipid

Sejumlah staf bekerja di pabrik milik sebuah perusahaan produksi susu di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China timur laut, pada 2 Maret 2020. (Xinhua/Wang Song)
Susu murni dan lemak susu meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus dan meningkatkan keberadaan bakteri dan metabolit utama yang berkaitan dengan regulasi lipid.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Konsumsi susu murni dan lemak susu dalam jangka panjang tidak secara signifikan meningkatkan berat badan atau beban lipid darah pada tikus, menurut studi baru yang dilakukan oleh para peneliti China.Studi itu, yang dilakukan oleh para peneliti dari institut pangan dan gizi di bawah Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China, Universitas Tsinghua, dan Akademi Ilmu Pertanian China (Chinese Academy of Agricultural Sciences/CAAS), baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal iMeta.Susu merupakan bahan pangan pokok bagi lebih dari 6 miliar orang di seluruh dunia, menjadikannya sebagai salah satu bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi.Menurut studi tersebut, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, temuan terbaru mengindikasikan bahwa lemak susu kemungkinan tidak berkontribusi terhadap risiko ini, sehingga efek jangka panjang dari konsumsi lemak susu terhadap metabolisme lipid masih belum jelas.Untuk mengeksplorasi hal ini lebih jauh, para peneliti melakukan percobaan selama tujuh pekan pada tikus, membagi tikus-tikus itu menjadi dua kelompok dengan satu kelompok menjalani pola makan normal, sementara yang lain menjalani pola makan tinggi lemak. Kedua kelompok menerima dosis harian susu murni sebanyak 15 mililiter atau lemak susu sebanyak 0,5 mililiter, jumlah yang setara dengan manusia yang mengonsumsi lebih dari 2 kilogram susu atau 100 gram lemak susu setiap harinya selama lima tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik susu murni maupun lemak susu tidak secara signifikan memengaruhi berat badan atau beban lipid darah pada tikus, terlepas dari tipe pola makan mereka.Studi itu juga menemukan bahwa susu murni dan lemak susu meningkatkan keanekaragaman mikrobiota usus dan meningkatkan keberadaan bakteri dan metabolit utama yang berkaitan dengan regulasi lipid."Penelitian ini menjawab kekhawatiran yang telah lama ada tentang susu murni dan lemak susu," ujar Wang Jiaqi, seorang peneliti di CAAS. "Penelitian ini juga memberikan wawasan berharga bagi industri makanan dan kebijakan nutrisi global, serta memaksimalkan efisiensi sumber daya makanan."Temuan tersebut berkontribusi terhadap upaya untuk memahami efek jangka panjang susu murni dan lemak susu terhadap kesehatan lipid darah, tambah Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Vaksin buatan pusat penelitian Chumakov Rusia digunakan setelah uji klinis
Indonesia
•
06 Oct 2020

Google uji cip AI di orbit, masa depan komputasi bisa berpindah ke luar angkasa
Indonesia
•
03 Oct 2026

Spesies anggrek baru ditemukan di China barat daya
Indonesia
•
14 Aug 2022

Masuki tahun keempat, kekeringan parah terus bayangi sejumlah wilayah di Spanyol
Indonesia
•
15 Oct 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
