
Komandan Hayat Tahrir al-Sham sebut akan beralih ke pembangunan negara di Suriah

Warga yang mengungsi dari Suriah terjebak di perbatasan dengan Lebanon di area perlintasan perbatasan Masnaa pada 12 Desember 2024. (Xinhua/Maher Kamar)
Suriah kini berada di masa kritis, yang membutuhkan strategi berbasis data yang cermat dan pembentukan negara hukum guna memastikan stabilitas yang berkelanjutan.
Damaskus, Suriah (Xinhua/Indonesia Window) – Ahmad al-Shara, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), pada Sabtu (14/12) mengakui skala kehancuran yang sangat besar di Damaskus, ibu kota Suriah, dan daerah sekitarnya pascakejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad.Dalam sebuah wawancara dengan Syria TV, al-Shara mengatakan Suriah kini berada di masa kritis, yang membutuhkan strategi berbasis data yang cermat dan pembentukan negara hukum guna memastikan stabilitas yang berkelanjutan.Al-Shara, pemimpin operasi militer yang mengakibatkan runtuhnya pemerintahan al-Assad, menekankan perlunya memerintah dengan pola pikir yang berorientasi pada negara. Dia menyerukan pembangunan institusi berdasarkan hukum dan keadilan."Kita harus beralih ke tugas-tugas pembangunan negara," ujarnya, seraya menekankan bahwa masa depan negara itu bergantung pada tata kelola yang inklusif dan birokrasi yang profesional dan akuntabel.Al-Shara berjanji akan mengakhiri peran Suriah sebagai pusat kegiatan terlarang, termasuk produksi Captagon.Dia mengatakan pemerintahan yang baru bertekad untuk memulihkan supremasi hukum dan memastikan bahwa kekayaan negara menguntungkan rakyat.Dia berjanji akan membangun kembali dan meningkatkan kondisi hidup warga Suriah, memulihkan layanan-layanan penting, serta mengupayakan masa depan yang lebih stabil dan adil.Dia mendesak penerapan sikap hati-hati dan diplomasi, mendorong semua pihak, termasuk kekuatan global, untuk bertindak secara bertanggung jawab dan mencegah timbulnya konflik baru.Al-Shara menuduh Israel menggunakan pembenaran yang lemah atas serangannya baru-baru ini di dalam wilayah Suriah, dan memperingatkan bahwa tindakan Israel yang kelewat batas dapat memicu eskalasi yang tidak perlu. Dia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk melakukan intervensi diplomatik guna menjaga perdamaian regional.
Warga bersiap untuk memasuki Suriah dari Turkiye di Gerbang Perbatasan Cilvegozu di Distrik Reyhanli, Hatay, Turkiye, pada 12 Desember 2024. Menteri Dalam Negeri Turkiye Ali Yerlikaya mengatakan bahwa masih ada 2,95 juta warga Suriah di Turkiye. Di antara mereka yang berada di bawah perlindungan sementara, sekitar 1,25 juta orang berasal dari wilayah Aleppo, Suriah. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kepala staf militer Rusia sebut Washington sengaja perpanjang konflik Ukraina
Indonesia
•
22 Dec 2023

China kecam serangan masjid di Pakistan
Indonesia
•
01 Feb 2023

Kampanye disinformasi militer AS terhadap Sinovac di Filipina picu kecaman
Indonesia
•
21 Jun 2024

Kamboja dan Thailand saling tuduh, PM Kamboja serukan pertemuan darurat dengan DK PBB
Indonesia
•
25 Jul 2025


Berita Terbaru

Sekitar 8 juta orang di seluruh dunia ikuti unjuk rasa menentang perang AS-Israel terhadap Iran
Indonesia
•
30 Mar 2026

Trump akan minta bantuan negara-negara Arab untuk biayai perang melawan Iran
Indonesia
•
31 Mar 2026

AS kerahkan 3.500 marinir ke Timur Tengah di tengah perang melawan Iran
Indonesia
•
30 Mar 2026

Ketegangan regional meningkat, Houthi isyaratkan kesiapan untuk lancarkan aksi militer lanjutan
Indonesia
•
30 Mar 2026
