
Studi ungkap tumbuhan bisa keluarkan suara saat stres

Foto yang diabadikan pada 16 Januari 2023 ini menunjukkan tanaman cabai di sebuah rumah kaca proyek cabai merah Pakistan-China di Multan, Pakistan. (Xinhua/Ahmad Kamal)
Suara tumbuhan dikeluarkan pada frekuensi tinggi 40 hingga 80 kilohertz (kHz), di luar jangkauan pendengaran telinga manusia, namun mungkin dapat didengar oleh berbagai hewan, seperti kelelawar, tikus, dan serangga.
Yerusalem (Xinhua) – Para peneliti Israel untuk pertama kalinya menemukan bahwa tumbuhan dapat mengeluarkan suara, menurut Universitas Tel Aviv (TAU) pada Kamis (30/3).Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Cell, para peneliti TAU menemukan bahwa suara yang dikeluarkan oleh tanaman seperti ‘klik’, mirip suara letupan popcorn, dengan volume mirip dengan suara manusia.Namun, suara tersebut dikeluarkan pada frekuensi tinggi 40 hingga 80 kilohertz (kHz), di luar jangkauan pendengaran telinga manusia, dan mungkin dapat didengar oleh berbagai hewan, seperti kelelawar, tikus, dan serangga.Penemuan ini dapat mengubah cara pandang orang terhadap kerajaan tumbuhan, yang selama ini dianggap hampir tidak bersuara hingga sekarang, menurut studi tersebut.Studi itu juga menemukan bahwa suara-suara tersebut sebagian besar dikeluarkan saat tanaman sedang berada di bawah tekanan atau stres, dan berisi informasi tentang kondisinya. Setiap tanaman dan jenis stres dikaitkan dengan suara yang dapat diidentifikasi secara spesifik, ungkap para peneliti.Dalam studi mereka, para peneliti merekam dan menganalisis suara yang dihasilkan oleh tanaman tomat, tembakau, gandum, jagung, kaktus, dan henbit.
Foto yang diabadikan pada 27 Februari 2023 ini menunjukkan Paphiopedilum wardii Summerhayes di Pegunungan Gaoligong di Provinsi Yunnan, China barat daya. Sejumlah ilmuwan China berhasil menemukan sebuah spesies tumbuhan langka Paphiopedilum wardii Summerhayes di Provinsi Yunnan, China barat daya. Ini adalah satu-satunya populasi tanaman liar jenis itu yang diketahui di China. (Xinhua/Shen Xiuying)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Peningkatan frekuensi tidur siang picu risiko hipertensi dan strok lebih tinggi
Indonesia
•
16 Aug 2022

Penelitian: Teh celup premium lepaskan miliaran partikel plastik
Indonesia
•
27 Sep 2019

Peneliti temukan alasan mengapa respons vaksin berbeda pada setiap orang
Indonesia
•
07 Nov 2022

Helikopter sipil besar China rampungkan uji terbang perdana di dataran tinggi
Indonesia
•
24 Nov 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
